Satu Titik Hotspot Terdeteksi, Babinsa 09/Kemuning Turun Lakukan Verifikasi Lapangan
Serka Syamsu Rizal melaksanakan kegiatan pengecekan titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil pada hari Kamis tanggal 10 September 2026. Kegiatan pengecekan difokuskan pada satu titik hotspot yang terdeteksi berada di Desa K
KEMUNING - Babinsa Koramil 09/Kemuning, Serka Syamsu Rizal melaksanakan kegiatan pengecekan titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil pada hari Kamis tanggal 10 September 2026. Kegiatan pengecekan difokuskan pada satu titik hotspot yang terdeteksi berada di Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir dengan koordinat 0.8648 102.589. Lokasi tersebut berjarak sekitar 30 kilometer dari Makoramil 09/Kemuning dan hanya dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor karena kondisi medan yang cukup sulit.
Dari hasil verifikasi di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare. Untuk melakukan pengecekan tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 2 orang anggota TNI, 8 orang Polri, 4 orang dari pihak kecamatan dan 7 orang anggota Masyarakat Peduli Api. Dengan total 21 personel gabungan, tim bergerak menuju titik hotspot dengan alat perlengkapan seadanya berupa sepeda motor sebagai sarana transportasi utama menuju lokasi karena keterbatasan akses jalan.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah hambatan yang cukup berat di lapangan. Kondisi tanah berbukit membuat perjalanan menjadi lebih sulit, ditambah cuaca panas yang menyengat dan arah angin kencang yang berubah-ubah. Kendala paling utama adalah sumber air yang sangat jauh dari titik api sehingga menyulitkan upaya pemadaman jika api kembali membesar. Meski demikian, tim tetap melaksanakan verifikasi titik hotspot sesuai prosedur untuk memastikan status terkini di lapangan dan jarak tempuh yang jauh sekitar 30 kilometer dari Koramil 09/Kemuning tetap ditempuh demi tugas.
Serka Syamsu Rizal menjelaskan bahwa pengecekan hotspot ini wajib dilakukan setiap ada informasi dari satelit. "Begitu ada laporan satu titik hotspot di Desa Keritang, kami langsung bergerak melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kebenarannya, walaupun jarak 30 kilometer dan medan berbukit tetap kami tempuh," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi di lapangan memang tidak mudah karena keterbatasan air. "Hambatan utama kami di sini adalah tanah berbukit dan air yang sangat jauh dari titik api, ditambah cuaca panas dan angin kencang yang tidak menentu, jadi kami harus ekstra hati-hati," ungkapnya.
Sementara itu salah satu anggota tim gabungan dari kecamatan menyampaikan bahwa sinergi tetap dijaga. "Kami bersama TNI, Polri dan MPA terus berkoordinasi melakukan pemantauan, untuk saat ini tim fokus verifikasi dan akan melaporkan perkembangan selanjutnya agar penanganan bisa lebih cepat," tutupnya.
Dengan dilaksanakannya verifikasi hotspot ini, diharapkan pemantauan karhutla di wilayah Desa Keritang Kecamatan Kemuning dapat lebih optimal dan masyarakat semakin waspada untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 09/Kemuning Dim 0314/Inhil