Mabes TNI Cek Kanal dan Embung Batu Hampar, Perkuat Cegah Karhutla
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menyisir sejumlah titik sumber air di Kecamatan Batu Hampar.
BATU HAMPAR – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menyisir sejumlah titik sumber air di Kecamatan Batu Hampar, Senin (14/9/2026).
Patroli yang berlangsung sekitar lima jam itu menyasar kanal dan embung untuk memastikan fasilitas tersebut siap digunakan jika kebakaran hutan dan lahan terjadi.
Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Selain mengecek kondisi sarana air, tim juga turun melakukan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat untuk memperkuat kesadaran pencegahan karhutla sejak dini.
Tim Mabes TNI yang berjumlah tujuh personel dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A. Dalam kegiatan tersebut, mereka didampingi lima personel Koramil setempat.
Benny menegaskan kesiapan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kondisi kanal, embung, dan sumber air harus dipastikan siap mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran,” ujar Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak.
Pengecekan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini di wilayah rawan karhutla. Kondisi kanal dan embung menjadi perhatian karena dapat mendukung mobilisasi air ketika petugas harus melakukan pemadaman.
Selain patroli, komunikasi dengan masyarakat diarahkan untuk mendorong keterlibatan warga dalam mencegah munculnya titik api. Pendekatan ini dinilai penting karena pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga perilaku masyarakat di lapangan.
Adapun tujuh personel Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang terlibat yakni Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Patroli ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan Mabes TNI bersama unsur kewilayahan dan masyarakat.
Sebelum api muncul, sarana air dan kesiapan lapangan harus lebih dulu dipastikan.
Editor :Yefrizal