Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Turun ke Putri Puyu, Cegah Api Sebelum Membesar
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI turun langsung ke Kecamatan Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk memberikan edukasi dan mendorong kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.
Kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Adm Dayatmoko bersama Letkol Ckm Widodo Nogroho tersebut disambut Camat Putri Puyu M. Nazir, S.Pd., M.Si., beserta jajaran, unsur Upika, para kepala desa, Babinkamtibmas, perwakilan perusahaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kegiatan penyuluhan yang diikuti sekitar 60 peserta itu membahas langkah pencegahan dan penanganan Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Kolonel Adm Dayatmoko menegaskan, Karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi ancaman yang dapat mengganggu berbagai sendi kehidupan masyarakat.
“Karhutla berdampak luas, mulai dari kesehatan, ekonomi, pertanian, transportasi hingga pendidikan. Karena itu, jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kehadiran Tim Penyuluh Karhutla merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Panglima TNI sebagai tindak lanjut perhatian Presiden Republik Indonesia terhadap persoalan Karhutla.
“Ini merupakan bentuk kepedulian negara kepada masyarakat. Kami hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus mendorong seluruh pihak agar bersama-sama melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” ujarnya.
Untuk wilayah gambut, Tim Penyuluh mendorong pentingnya ketersediaan sumber air melalui pembangunan kanal dan embung. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting sebagai langkah mitigasi sekaligus mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.
Letkol Ckm Widodo Nogroho juga mengajak masyarakat menjadikan pencegahan Karhutla sebagai tanggung jawab bersama.
“Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita dari Karhutla. Jangan sampai kelalaian kecil menjadi bencana besar bagi masyarakat,” pesannya.
Dalam dialog bersama masyarakat, turut disampaikan kebutuhan akan dukungan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk alat berat untuk pembangunan kanal dan embung di sejumlah desa.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, TNI mendorong terbentuknya kesadaran kolektif bahwa menjaga wilayah dari Karhutla bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Api mungkin bermula dari satu titik, tetapi dampaknya dapat dirasakan oleh ribuan orang. Karena itu, mencegahnya sejak dini adalah bentuk nyata menjaga kehidupan dan masa depan masyarakat.(Ramil06Merbau)
Editor :Tim Sigapnews