Cegah Karhutla Sejak Dini, Sertu Ansari Bersama Warga Patroli di Wilayah Rawan Desa Semukut
SEMUKUT — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Sertu Ansari bersama warga melaksanakan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi Karhutla di wilayah Desa Semukut.
Kegiatan patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memastikan kondisi kawasan tetap aman dari potensi kebakaran. Dengan menyusuri area yang dipenuhi vegetasi dan semak belukar, Sertu Ansari bersama masyarakat melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi lahan serta lingkungan sekitar.
Patroli tidak hanya berfokus pada pemantauan potensi munculnya titik api, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.
Kondisi lahan yang ditumbuhi semak dan vegetasi cukup rapat menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Karena itu, kewaspadaan dan pemantauan secara berkala dinilai penting untuk mendeteksi setiap potensi gangguan sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Keterlibatan masyarakat dalam patroli juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif. Masyarakat merupakan unsur terdekat dengan lingkungan sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan informasi secara cepat apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.
Sertu Ansari mengajak warga untuk tidak hanya waspada selama kegiatan patroli berlangsung, tetapi juga menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, pencegahan Karhutla akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.
Selain dapat merusak ekosistem, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan dampak terhadap kualitas udara. Oleh sebab itu, langkah pencegahan melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Melalui kegiatan patroli bersama tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Semukut terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sinergi antara Babinsa dan warga diharapkan mampu menciptakan sistem kewaspadaan berbasis masyarakat sehingga setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, pencegahan Karhutla di Desa Semukut diharapkan dapat terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan, keamanan wilayah, serta kenyamanan masyarakat.
Editor :Tim Sigapnews