Danramil 01/Tembilahan Tinjau Langsung Sumur Bor Pendukung Penanganan Karhutla bersama Tim Mabes TNI
TEMBILAHAN — Upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapat penguatan melalui pembangunan sumur bor. Danramil 01/Tembilahan Kapten Czi John Kenedi bersama Tim Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI (Mar) Agus Hadi meninjau langsung lokasi pembangunan sumur bor di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Senin (14/9/2026).
Peninjauan berlangsung di wilayah Koramil 01/Tembilahan. Tim melihat langsung titik yang dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas sumber air tersebut, yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemadaman ketika kebakaran terjadi di kawasan yang sulit mendapatkan akses air.
Keberadaan sumur bor menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, terutama pada wilayah dengan kondisi lahan kering maupun gambut. Ketika titik api muncul jauh dari sumber air permukaan, ketersediaan air di sekitar lokasi dapat menentukan kecepatan petugas melakukan tindakan awal.
Dalam kondisi seperti itu, sumber air siap pakai memungkinkan proses pemadaman dilakukan lebih cepat tanpa sepenuhnya bergantung pada sungai, kanal, kolam atau sumber air permukaan lainnya yang jaraknya bisa cukup jauh dari lokasi kebakaran.
Kapten Czi John Kenedi mendampingi tim Mabes TNI selama peninjauan untuk memastikan kondisi wilayah dan titik pembangunan dapat dipantau secara langsung. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara satuan kewilayahan dan tim dari tingkat pusat dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Pemilihan lokasi di Kelurahan Sungai Beringin menjadi bagian dari langkah memperkuat infrastruktur pendukung penanggulangan karhutla di wilayah Tembilahan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan akses air yang lebih dekat saat personel harus bergerak cepat menghadapi titik api.
Bagi wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut, kecepatan respons menjadi faktor krusial. Api yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
Peninjauan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah membesar. Penguatan sarana pendukung, termasuk penyediaan sumber air, menjadi bagian dari kesiapan menghadapi ancaman kebakaran sejak tahap awal.
Dengan tersedianya sumber air di titik strategis, personel di lapangan diharapkan memiliki dukungan yang lebih memadai untuk melakukan pemadaman secara cepat, efektif, dan terukur ketika karhutla terjadi.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 01/Tembilahan