Tim Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla Bersama Masyarakat Kelurahan Terkul
RUPAT — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui edukasi dan sinergi bersama masyarakat. Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, Kolonel Tek I Wayan Joni, dan Mayor Inf Sugiyanto.
Dalam pelaksanaannya, Tim Penyuluh Mabes TNI didampingi oleh enam personel dari Kodim 0303/Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Terkul Dodi Candra, perwakilan Kapolsek Rupat Aipda Angga Bayu, Ketua LPMK Kelurahan Terkul beserta anggota, unsur RT dan RW, BPBD Kecamatan Rupat, Linmas Kelurahan Terkul, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diimbau untuk tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk pihak dari luar daerah, yang membuka lahan untuk kepentingan perkebunan dengan cara membakar.
Tim Penyuluh menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya berdampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan polusi udara dan mengganggu kesehatan masyarakat, bahkan dalam kondisi tertentu dapat menyebar hingga ke wilayah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Selain upaya pencegahan melalui edukasi, masyarakat juga diajak untuk menjaga ketersediaan sumber air, termasuk embung dan sumber-sumber air lainnya. Keberadaan cadangan air dinilai penting sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat yang memiliki lahan perkebunan juga diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi karhutla dengan menyediakan atau menghibahkan sebagian lahan apabila diperlukan untuk pembangunan embung maupun akses jalan menuju lokasi rawan kebakaran. Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah mobilisasi personel dan peralatan pemadam apabila terjadi kebakaran.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diingatkan agar segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kecepatan dalam memberikan informasi menjadi salah satu faktor penting agar api dapat segera ditangani sebelum meluas.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan upaya pemadaman. Pemadaman tidak dianjurkan dilakukan seorang diri, melainkan minimal oleh dua orang dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan di lapangan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga Kelurahan Terkul dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, Masyarakat Peduli Api, perangkat lingkungan, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pencegahan karhutla yang efektif.
Pencegahan karhutla dimulai dari kepedulian bersama. Jangan membuka lahan dengan membakar, jaga sumber air, dan segera laporkan apabila menemukan titik api demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Editor :Tim Sigapnews