Tim Mabes TNI Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Bukit Batu
Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Tim Penyuluhan Mabes TNI melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Kamis (10/9/2026).
Tim yang terdiri dari Kolonel Pnb Taufiq E., Kolonel Laut (P) Arif Budi dan Mayor Inf Mursyid tersebut menyambangi sejumlah pihak yang memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.Koordinasi dilakukan bersama perwakilan Kecamatan Bukit Batu, Kapolsek Bukit Batu, pihak Pertamina RU II Sungai Pakning, BPBD Bukit Batu serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Bukit Batu.
Sebanyak 21 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari satu orang perwakilan Kecamatan Bukit Batu, tiga kepala desa, lima personel BPBD dan 12 orang dari Pertamina RU II Sungai Pakning.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penyuluhan dan penguatan koordinasi Mabes TNI dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Provinsi Riau. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Tim Penyuluh Mabes TNI menekankan pentingnya pencegahan sebagai langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kesiapsiagaan personel, pemantauan wilayah, komunikasi antarinstansi serta edukasi kepada masyarakat harus terus berjalan secara berkelanjutan.
Selain unsur pemerintah dan aparat keamanan, keterlibatan pihak perusahaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat pertukaran informasi apabila ditemukan adanya potensi titik api.
Para kepala desa juga diharapkan terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terarah dan terpadu.
Pencegahan menjadi tanggung jawab bersama. Semakin cepat potensi Karhutla diketahui, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat serta lingkungan.(Ramil05BB)
Editor :Tim Sigapnews