Danramil Bukit Batu Kerahkan Personel Padamkan Karhutla di Tanjung Leban
Personel Koramil 05/Bukit Batu Bersama Tim, Laksanakan Pemadaman Karhutla di Tanjung Leban
BENGKALIS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda lahan perkebunan sawit di Dusun Air Raja, RT 008/RW 004, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (9/9/2026). Mengetahui kejadian itu, Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir langsung mengerahkan personel untuk membantu pemadaman.
Api membakar lahan gambut dengan luas sekitar 1 hektare. Dari area tersebut, sekitar 0,6 hektare berhasil dipadamkan, sedangkan 0,4 hektare lainnya masih dalam penanganan tim gabungan.
Kondisi gambut, cuaca panas, angin kencang dan keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman tidak mudah. Tim tidak hanya memburu api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan untuk mencegah bara di dalam gambut kembali menyala.
“Begitu mendapat laporan, kita langsung kerahkan personel untuk membantu pemadaman. Jangan sampai api ini meluas, apalagi kondisi lahan gambut dan angin cukup kencang sehingga penyebaran api bisa cepat,” tegas Kapten Inf Ucok Doni Samosir.
Sebanyak 5 personel TNI, 32 personel MPA, 20 personel RPK PT SPM, 5 personel BPBD, 6 personel pemadam kecamatan, 3 personel RPK BBHA, 8 personel TRC Perawang, 6 warga serta 24 karyawan PT SPM** terlibat dalam penanganan.
Enam unit mini track turut dikerahkan untuk membantu mobilitas dan penanganan di area terdampak.
Menurut Ucok, sinergi lintas unsur menjadi kunci menghadapi Karhutla, terutama di wilayah gambut yang menyimpan potensi bara di bawah permukaan.
“Kita bekerja bersama. Fokus kita saat ini memadamkan titik api dan melakukan pendinginan secara maksimal. Bara sekecil apa pun harus ditangani agar tidak kembali menjadi api dan merambat ke lahan lainnya,” ujarnya.
Meski lokasi berjarak sekitar 120 kilometer dari Koramil 05/Bukit Batu, personel tetap bergerak membantu penanganan hingga kondisi dinilai aman.
“Kita tidak ingin api berhenti di satu titik saja lalu muncul kembali. Karena itu setelah pemadaman, pendinginan harus dilakukan dengan teliti. Kita pastikan titik-titik yang masih menyimpan bara ditangani,” kata Ucok.
Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di lahan gambut. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Editor :Tim Sigapnews