Tim Mabes TNI Turun ke Titik Karhutla, Pastikan Penanganan di Meranti Tak Berhenti di Atas Kertas
KEPULAUAN MERANTI — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian serius dari Mabes TNI. Tidak hanya memberikan penyuluhan, Tim Mabes TNI turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi lokasi Karhutla di Desa Tanjung Pranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Dipimpin Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL) bersama Mayor Ckm Subekan (AD) dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. (AD), Tim Mabes TNI melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi kawasan yang terdampak maupun berpotensi mengalami Karhutla.
Langkah turun ke lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi sebenarnya di wilayah dapat diketahui secara langsung. Tim melihat karakteristik lokasi, kondisi lahan serta situasi sekitar yang berkaitan dengan potensi penyebaran api.
Kedatangan Tim Mabes TNI disambut unsur pemerintah desa yang diwakili BPD Desa Tanjung Pranap, Ali Amran, bersama masyarakat petani dan Linmas.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI didampingi personel Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Sertu Amsyaya.D, Sertu Muslim dan Serda Muherli. Turut hadir Kasi Trantib Junisnaidi, S.Sos. dan Kasi Kesosbud Apriadi, S.Ap., M.Si.
Turun Langsung, Lihat Kondisi Sebenarnya
Pengecekan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi lokasi Karhutla. Tim tidak hanya melihat dari laporan, tetapi memastikan langsung situasi di lapangan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan dan pencegahan berikutnya.
Kondisi lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar menjadi perhatian tersendiri. Ketika kebakaran terjadi, api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila tidak ditangani sejak dini.
Karena itu, deteksi dini, pengawasan kawasan rawan serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Mabes TNI Perkuat Sinergi hingga Tingkat Desa
Kehadiran Tim Mabes TNI di Desa Tanjung Pranap sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat harus bergerak dalam satu langkah.
Masyarakat petani sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan lahan juga memiliki peran strategis. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah Karhutla.
Bagi TNI, pencegahan Karhutla bukan sekadar respons ketika api telah berkobar. Pengawasan, edukasi, pemetaan wilayah rawan dan kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dari Desa Tanjung Pranap, pesan itu kembali ditegaskan: Karhutla harus dicegah sebelum membesar, dan setiap potensi api harus ditangani sedini mungkin.
Turunnya Tim Mabes TNI secara langsung ke lapangan menjadi bentuk keseriusan dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan nyata hingga ke wilayah desa, sekaligus memperkuat sinergi bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan keselamatan warga.(Ramil02TT)
Editor :Tim Sigapnews