Danramil 05/Bukit Batu Kerahkan Personel Padamkan Karhutla di Tanjung Leban
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis. Kebakaran melanda kawasan semak belukar dan kebun sawit di Dusun Bakti RT 01/RW 01, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir langsung mengerahkan personel Koramil 05/Bukit Batu untuk membantu proses pemadaman bersama unsur Polri, Masyarakat Peduli Bencana (MPB), Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan masyarakat setempat.
Tim gabungan bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Berdasarkan pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara kurang lebih 1 hektare masih dalam proses penanganan.
Sebanyak 32 personel gabungan terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut, terdiri dari 4 personel TNI, 4 personel Polri, 8 personel MPB, 10 personel RPK dan 6 orang masyarakat. Untuk mendukung pemadaman, tim menggunakan 2 unit Robin dan 2 unit Mini Striker.
Medan Gambut dan Angin Kuat Jadi Kendala
Proses pemadaman tidak mudah. Kondisi lahan yang merupakan tanah gambut membuat api berpotensi menjalar dan kembali muncul dari bawah permukaan. Selain itu, keterbatasan sumber air serta hembusan angin yang cukup kuat turut menjadi kendala bagi petugas.
Lokasi kebakaran juga cukup jauh, yakni sekitar 75 kilometer dari Koramil 05/Bukit Batu.
Danramil 05/Bukit Batu Kapten Inf Ucok Doni Samosir menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengerahkan personel untuk membantu pemadaman sampai kondisi benar-benar aman.
“Kami sudah mengerahkan personel untuk bergabung dengan seluruh unsur yang ada di lapangan. Prioritas kami adalah mengendalikan api agar tidak meluas dan memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap dilakukan pendinginan secara maksimal,” ujar Kapten Inf Ucok Doni Samosir.
Menurutnya, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena api dapat merambat di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
“Medannya cukup berat karena lahan gambut, ditambah sumber air terbatas dan angin cukup kuat. Namun kami tidak boleh lengah. Personel akan terus bersinergi dengan Polri, RPK, MPB dan masyarakat untuk mengantisipasi api kembali membesar,” tegasnya.
Danramil juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kalau melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” pesannya.
Hingga sore hari, tim gabungan masih melaksanakan pemadaman dan pendinginan titik asap di lokasi. Penyebab kebakaran maupun pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan.
Sinergi antara TNI, Polri, RPK, MPB dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi Karhutla. Bagi Koramil 05/Bukit Batu, kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah kebakaran meluas.
Api boleh menyala, tetapi kewaspadaan tidak boleh padam. Bersama, cegah Karhutla sebelum menjadi bencana yang lebih besar.(Ramil05BB)
Editor :Tim Sigapnews