Cegah Karhutla, Tim Penyuluh Mabes TNI Perkuat Kesiapsiagaan di Bengkalis
BENGKALIS – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Bengkalis. Tim Penyuluh Mabes TNI bersama Tim Pendamping Kodim 0303/Bengkalis turun langsung memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada unsur perusahaan serta Tim Pemadam Kebakaran PT Meskom Agro Sarimas, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Koramil 01/Bengkalis.
Tim Penyuluh Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Laut (P) Arif Budi R didampingi tiga personel Tim Pendamping Kodim 0303/Bengkalis yang dipimpin Sertu Muzainudin. Kegiatan turut diikuti Manager Estate PT Meskom Agro Sarimas Asrul Syam, Kepala Bagian Lingkungan Wahyu Okta Dinata, ST, Koordinator Lapangan Samsul Bahri, Asisten Lapangan Hariyanto, serta anggota Tim Pemadam Kebakaran PT Meskom Agro Sarimas.
Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga membuka ruang dialog melalui dengar pendapat dan tanya jawab bersama pihak perusahaan. Pembahasan difokuskan pada kondisi wilayah, potensi ancaman Karhutla serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan titik api.
Tim Penyuluh Mabes TNI juga memberikan pemahaman kepada personel pemadam kebakaran perusahaan mengenai pentingnya deteksi dini dan respons cepat. Setiap indikasi munculnya api harus segera diketahui, dilaporkan dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain penyuluhan, tim melaksanakan pengecekan dan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang berpotensi terdampak Karhutla. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi area yang masih memiliki potensi munculnya api sekaligus memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali.
Kesiapsiagaan menjadi perhatian utama, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, personel pemadam dan unsur lapangan diminta tidak lengah dalam melakukan pemantauan terhadap kawasan yang memiliki potensi rawan terbakar.
Tim Penyuluh Mabes TNI juga mengingatkan pihak perusahaan agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Pembersihan lahan harus dilakukan menggunakan metode yang aman dan tidak menimbulkan risiko terhadap lingkungan maupun kawasan di sekitarnya.
Pencegahan Karhutla, menurut tim, tidak dapat hanya mengandalkan petugas ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dimulai dari kepedulian, pengawasan dan kesiapsiagaan seluruh pihak yang berada di lapangan.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan pengawasan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari langkah preventif dan deteksi dini untuk menekan potensi Karhutla di Kabupaten Bengkalis. Langkah tersebut penting mengingat karakteristik wilayah Bengkalis yang memiliki kawasan gambut dan lahan yang pada kondisi tertentu mudah terbakar.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla sejak dini.
Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Satu titik api yang terdeteksi lebih awal dapat mencegah kebakaran meluas dan menjaga lingkungan tetap aman bagi masyarakat. (Ramil01Bkls)
Editor :Tim Sigapnews