Tim Penyuluh Mabes TNI Cek Kesiapsiagaan BPBD Kecamatan Rupat Hadapi Karhutla
Bengkalis — Upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Dalam rangka memastikan kesiapan menghadapi potensi Karhutla, Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di wilayah Kodim 0303/Bengkalis bersama Koramil 04/Rupat melaksanakan pengecekan kesiapsiagaan personel dan peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Rupat.
Kegiatan pengecekan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penyuluh Mabes TNI di wilayah Kodim 0303/Bengkalis, khususnya dalam melihat secara langsung kesiapan unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla.
Pengecekan difokuskan pada kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki BPBD Kecamatan Rupat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap digunakan serta dapat mendukung tindakan cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Tim Penyuluh Mabes TNI yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi selaku ketua tim, Kolonel Tek I Wayan Joni, dan Mayor Inf Sugiyanto.
Kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI menjadi bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat langkah pencegahan Karhutla melalui edukasi, pemantauan kesiapsiagaan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.
Dalam pelaksanaannya, Tim Penyuluh Mabes TNI didampingi oleh Tim Pendamping Kodim 0303/Bengkalis yang berjumlah enam personel dan dipimpin oleh Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih.
Pengecekan kesiapsiagaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara TNI dengan unsur penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan Rupat. Kesiapan personel dan peralatan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat respons apabila ditemukan titik api maupun kejadian Karhutla.
Selain aspek kesiapan teknis, upaya pencegahan juga tetap menjadi perhatian utama. Penanganan Karhutla tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam merespons kejadian, tetapi juga langkah antisipasi dan kesadaran bersama agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, TNI mendorong seluruh unsur terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, aparat kewilayahan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang semakin efektif.
Dengan kesiapan personel, dukungan peralatan yang memadai, serta koordinasi yang solid, potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Rupat diharapkan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat, sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Editor :Tim Sigapnews