Mabes TNI Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Warga Tanjung Pisang Diajak Bersama Cegah Kebakaran
Kepulauan Meranti — Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Provinsi Riau. Tim Penyuluhan Mabes TNI turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran warga agar bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Tanjung Pisang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian penyuluhan Mabes TNI dalam rangka memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Tim Penyuluh Mabes TNI berjumlah dua personel dan dipimpin oleh Kolonel Adm Dariatmoko. Dalam kegiatan tersebut, antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sebanyak 40 peserta, yang terdiri dari 36 orang masyarakat dan 4 orang usahawan.
Sosialisasi tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
Pencegahan sejak dini menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kebakaran yang terlambat diketahui dapat dengan cepat meluas, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan yang mudah terbakar. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak ragu untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya asap, titik api, maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Informasi yang disampaikan sejak awal dapat membantu mempercepat langkah penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Rangkaian kegiatan Tim Penyuluhan Mabes TNI di Kabupaten Kepulauan Meranti akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Tim direncanakan melakukan pengecekan embung dan sekat kanal di Desa Selat Akar sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung kesiapan sarana pendukung pencegahan dan penanggulangan Karhutla di lapangan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga melalui berbagai upaya pencegahan, edukasi, pemantauan, serta kesiapan sarana dan prasarana.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus diperkuat. Menjaga hutan dan lahan tetap aman bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama demi lingkungan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Editor :Tim Sigapnews