Seluruh Prajurit Yonif 132/BS Perdalam Kemampuan Pencak Silat Militer di Lapangan Jaya Raga
Seluruh Prajurit Yonif 132/BS Perdalam Kemampuan Pencak Silat Militer di Lapangan Jaya Raga
PEKANBARU – Guna meningkatkan kemampuan fisik dan ketangkasan individu, seluruh prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 132/Bima Sakti melaksanakan latihan intensif Pencak Silat Militer (PSM).
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apel (Jaya Raga) Yonif 132/BS, Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, pada Kamis (23/4/2026).
Latihan ini melibatkan seluruh personel, mulai dari strata Tamtama, Bintara, hingga Perwira.
Di bawah arahan instruktur yang telah tersertifikasi melalui penataran PSM tingkat pusat, para prajurit mengasah kembali teknik-teknik dasar hingga gerakan taktis bela diri praktis.
Komandan Yonif (Danyonif) 132/BS, Letkol Inf Diyan Mantofani, S.H., menegaskan bahwa penguasaan bela diri adalah kewajiban mutlak bagi setiap prajurit TNI. Menurutnya, kemampuan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan senjata pendukung utama dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
"Prajurit Yonif 132/BS harus bisa bela diri, dan tidak sekedar bisa akan tetapi mahir dan mampu menjaga bela diri di mana pun berada dan apa pun rintangannya," tegas Letkol Inf Diyan Mantofani saat memantau langsung jalannya latihan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan latihan PSM ini sengaja dirancang secara rutin untuk mengulangi dan mempelajari kembali gerakan-gerakan yang telah dikuasai.
Hal ini bertujuan agar insting bela diri prajurit tidak kaku dan kemampuan mereka tetap terjaga serta terlatih dengan baik di tengah rutinitas kedinasan lainnya.
Selain untuk kepentingan tugas operasi, Letkol Inf Diyan Mantofani menambahkan bahwa kemahiran bela diri sangat krusial untuk perlindungan diri secara pribadi. Ia menekankan pentingnya kesiapan prajurit dalam menghadapi ancaman non-konvensional di lapangan.
Dalam pernyataan lanjutannya, Danyonif berharap seluruh prajurit bisa mengaplikasikan kemampuan ini demi menjaga keamanan diri, baik saat sedang bertugas maupun saat berada di tengah masyarakat.
"Saya harap seluruh Prajurit Yonif 132/BS bisa melaksanakan bela diri, guna menjaga diri pada saat ada hambatan dan gangguan di luar kedinasan maupun dalam dinas oleh premanisme," pungkasnya.
Latihan yang berlangsung di bawah terik matahari tersebut berjalan dengan penuh semangat.
Para prajurit tampak antusias mempraktikkan gerakan kuncian, tendangan, dan bantingan yang menjadi ciri khas Pencak Silat Militer, sebagai komitmen menjaga profesionalisme prajurit Bima Sakti.
Editor :Tim Sigapnews