Jembatan Muara Musu Tembus 47 Persen, Satgas Kodim 0313/KPR Percepat Pekerjaan
Akselerasi Pembangunan Jembatan Muara Musu, Pengecoran Struktur Utama Capai 90 Persen
ROKAN HULU – Pembangunan jembatan gantung strategis di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Sabtu (2/5/2026), proyek yang dikerjakan Satgas Kodim 0313/KPR itu telah menembus 47 persen progres fisik, menandai percepatan pekerjaan pada fase struktur utama.
Pantauan di lokasi, cuaca cerah sejak pagi dimanfaatkan maksimal oleh personel satgas, pekerja, dan warga untuk mempercepat pengerjaan konstruksi beton yang menjadi pondasi utama jembatan gantung sepanjang 100 meter tersebut. Aktivitas pengecoran, pemasangan mal, hingga persiapan tower terlihat berlangsung intens di kedua sisi sungai.
Tim pelaksana menyebut, fokus utama saat ini berada pada penyelesaian struktur tower dan anchor atau jangkar seling, yang nantinya menjadi penopang utama konstruksi jembatan yang melintasi sungai selebar 80 meter** itu.
Berdasarkan laporan teknis harian, capaian pekerjaan di lapangan menunjukkan perkembangan cukup pesat, di antaranya:
- Pengecoran beton tower mencapai 90 persen
- Pengecoran beton anchor mencapai 90 persen
- Pembuatan begesting atau mal mencapai 60 persen
- Pemasangan tower/pylon mulai berjalan 10 persen
Dengan hampir rampungnya pengecoran struktur utama, proyek kini bersiap memasuki tahap berikutnya, yakni perakitan kerangka atas dan instalasi kabel penyangga.
Tim Satgas Kodim 0313/KPR mengatakan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar jembatan tersebut segera bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Alhamdulillah, pengecoran struktur utama sudah hampir rampung di angka 90 persen. Kami terus mengoptimalkan tenaga dan waktu agar jembatan ini bisa segera dinikmati masyarakat untuk memperlancar ekonomi dan akses pendidikan," ujar tim satgas di lokasi.
Jembatan gantung ini diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi sedikitnya 3.000 jiwa atau sekitar 1.000 kepala keluarga yang tersebar di Desa Muara Musu, Desa Sirombou Indah, dan Desa Sungai Dua Indah.
Selama ini, warga di tiga desa tersebut kerap terisolasi saat musim hujan. Debit sungai yang bisa naik hingga 5 sampai 7 meter sering memutus akses transportasi, aktivitas perdagangan, hingga perjalanan pelajar menuju sekolah.
Dalam pengerjaannya, proyek ini melibatkan 4 personel TNI, 12 pekerja lapangan, serta dukungan aktif masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama yang membuat pembangunan berjalan tanpa kendala berarti.
Jika rampung sesuai target, jembatan ini diyakini tak hanya membuka keterisolasian, tetapi juga menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman Rokan Hulu.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENDIM 0313/KPR