Babinsa Dumai Intensifkan Patroli Karhutla
Babinsa Koramil 03/Sungai Sembilan, Serda Erwan, turun langsung mensosialisasikan kewaspadaan terhadap karhutla di Jl. Sungai Sembilan RT. 19, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Minggu (03/05/2026)
Patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan Babinsa Tanjung Penyembal, Serda Erwan, pada Sabtu siang di Jalan Sungai Sembilan RT 12, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, memastikan kondisi wilayah tetap aman tanpa temuan titik api maupun asap.
Di tengah cuaca cerah yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, kegiatan patroli difokuskan pada lahan seluas sekitar 1 hektar dengan karakteristik tanah liat. Serda Erwan tidak hanya memantau kondisi lapangan, tetapi juga aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami turun langsung untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran. Selain itu, kami ingatkan warga bahwa membuka lahan dengan cara membakar melanggar hukum dan ada sanksinya,” ujar Serda Erwan di lokasi.
Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi karhutla, mengingat masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa juga menyosialisasikan dampak lingkungan dan konsekuensi hukum yang dapat timbul jika terjadi pelanggaran.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, koordinat area patroli berada di titik bujur 101.351146 dan lintang 1.846709. Hasilnya, tidak ditemukan titik api maupun titik asap, dan situasi secara umum dilaporkan aman serta terkendali.
Serda Erwan menegaskan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan, terutama di wilayah rawan. “Kami tidak akan lengah. Pencegahan adalah kunci utama agar Dumai tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung tanpa kendala ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat teritorial dalam menjaga stabilitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Dengan hasil nihil titik api, patroli ini menjadi sinyal tegas bahwa pengawasan terus diperketat. Namun, tantangan ke depan tetap ada—terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat agar beralih ke metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 03/Sungai Sembilan