Terik dan Jalan Licin Warnai Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III
Terik dan Jalan Licin Warnai Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III
proses pengecoran dan transportasi material dilakukan tanpa henti. Sejumlah petugas terlihat mendorong gerobak berisi adukan air mani dari mesin molen menuju titik pembangunan jembatan. Meski cuaca cerah mendukung pekerjaan, kondisi jalan lokasi masih menjadi tantangan utama.
“Kalau cuaca panas kendaraan material masih bisa masuk sampai lokasi. Tapi begitu hujan turun, jalan langsung licin dan cukup menyulitkan,” ujar salah seorang pekerja di lapangan.
Pembangunan jembatan ini menjadi perhatian serius karena nantinya akan menghubungkan jalur aktivitas warga, termasuk akses pelajar dan petani di wilayah perkebunan sekitar Desa Bumi Mulya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memangkas waktu perjalanan masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan saat berlayar.
Di lokasi pembangunan, personel TNI dan masyarakat bekerja bergotong royong. Mereka membagi tugas mulai dari mencampur air mani, mengangkut batu split, hingga meratakan material cor pada struktur dasar jembatan. Semangat kebersamaan terlihat kuat meski medan kerja cukup berat.
Komandan lapangan menyebut progres pembangunan terus dipacu agar tahap ketiga dapat selesai sesuai target. Menurutnya, kerja sama antara TNI dan warga menjadi kunci utama percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Kami terus memaksimalkan pekerjaan setiap hari. Kendala di lapangan tetap ada, terutama faktor jalan saat hujan, tetapi seluruh personel tetap bekerja agar pembangunan cepat selesai dan segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Jembatan Gantung Garuda sendiri menjadi salah satu infrastruktur vital bagi masyarakat pedesaan di wilayah tersebut. Selain mempermudah mobilitas hasil perkebunan, jembatan ini juga diharapkan memperlancar akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu