Perakitan Besi Pondasi Jembatan Perintis Garuda Mulai Dikerjakan
Perakitan Besi Pondasi Jembatan Perintis Garuda Mulai Dikerjakan
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun III Desa Sukaraja mulai memasuki tahap perakitan besi pondasi sebagai dasar utama konstruksi jembatan gantung. Proses pekerjaan tersebut dilaksanakan pada Senin (18/05/2026) di Desa Sukaraja, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi.
Terpantau di lokasi, pekerjaan pembangunan jembatan gantung Garuda terus berjalan dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat secara gotong royong. Sebelumnya, pembangunan jembatan tersebut juga telah diawali dengan peletakan batu pertama oleh Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo.
Jembatan gantung Perintis Garuda dibangun untuk menghubungkan Desa Sukaraja dengan wilayah Hulu Teso, sekaligus menjadi jalur alternatif bagi masyarakat serta akses penting bagi para pelajar, khususnya saat banjir melanda.
Adapun spesifikasi jembatan memiliki panjang bentangan sekitar 25 meter dengan lebar sungai kurang lebih 20 meter. Kedalaman air sungai mencapai 5 hingga 7 meter, sementara saat banjir tinggi air dapat mencapai 2 meter dengan kecepatan arus normal sekitar 2 meter per detik.
Saat ditemui di lokasi pekerjaan, Babinsa Kodim 0302/Inhu menyampaikan bahwa pada hari ini proses pembangunan telah memasuki tahap perakitan besi pondasi sebagai bagian utama konstruksi jembatan gantung Garuda.
“Hari ini sudah mulai dilakukan perakitan besi pondasi sebagai dasar utama pembangunan jembatan gantung Garuda di Dusun III Desa Sukaraja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam proses pengerjaan tersebut, personel TNI bersama masyarakat ikut membantu secara langsung di lapangan guna mempercepat proses pembangunan.
“Anggota TNI bersama beberapa warga masyarakat turut membantu pekerjaan pembangunan jembatan ini,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sangat penting karena akan mempersingkat waktu tempuh antara dua desa.
“Jika diumpamakan, perbedaan waktu perjalanan antara dua desa tersebut sekitar 30 menit dengan selisih jarak kurang lebih 10 kilometer. Karena itu dibangunlah jembatan ini pada titik yang dianggap paling tepat,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Sukaraja yang enggan disebutkan namanya mengaku senang melihat pembangunan jembatan tersebut.
“Kami merasa senang karena jembatan Garuda ini memang sangat dibutuhkan masyarakat dan juga anak-anak sekolah,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa terdapat ratusan kepala keluarga yang bermukim di wilayah Desa Sukaraja dan daerah sekitar yang nantinya akan merasakan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pendim 0302/Inhu