Pembangunan Jembatan Perintis Garuda , Tapak Vilon Belakang Dirakit Hari Ini
KUANTAN SINGINGI - Satgas Kodim 0302/Inhu melanjutkan perakitan besi untuk Tapak Vilon Belakang Jembatan Garuda di Desa Bumi Mulya, Kecamatan Logas Tanah Darat, Rabu (20/5/2026). Pekerjaan ini menandai fase penting dalam pembangunan jembatan gantung yang menjadi penghubung vital antar-desa di Kuansing.
Sejak pagi, personel Satgas dibagi menjadi beberapa tim pemotongan dan perangkai besi, tim pemasangan cetakan, serta tim pengawasan mutu. Besi yang dirakit merupakan fondasi utama Tapak Vilon Belakang, dengan panjang mencapai 6 meter per unit dan berat total sekitar 1,2 ton.
Komandan Satgas, Letkol Arh Bangun Bara K P menekankan, “Perakitan Tapak Vilon Belakang harus presisi karena ini menjadi penopang utama jembatan. Setiap batang besi kami pasang sesuai standar teknik militer agar struktur kuat dan aman.”
Proses perakitan diawasi ketat oleh tim teknisi, memastikan semua sambungan besi terikat rapat dan siap untuk pengecoran berikutnya. Alat bantu seperti tali pengikat baja dan kerangka mal digunakan untuk menjaga kestabilan besi sebelum beton dituangkan.
Warga setempat terlihat memantau kegiatan dengan antusias. “Setiap hari kami melihat jembatan ini makin nyata. Dengan adanya jembatan ini, transportasi ke desa tetangga akan lebih mudah,” kata Budi masyarakat Bumi Mulya.
Pekerjaan ini menjadi bagian dari tahapan pembangunan yang direncanakan selesai dalam enam bulan, mencakup perakitan semua tapak Velon, pengecoran, dan pemasangan kabel gantung. Satgas memastikan setiap tahap mengikuti protokol keselamatan kerja militer dan standar teknik konstruksi.
Selain memperkuat infrastruktur, proyek ini juga menjadi bentuk nyata keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan lokal dan meningkatkan akses masyarakat di daerah terpencil.
Dengan perakitan Tapak Vilon Belakang yang kini rampung, Satgas Kodim 0302/Inhu siap melanjutkan tahap pengecoran, membawa Jembatan Garuda satu langkah lebih dekat menjadi jembatan gantung kokoh yang menghubungkan desa-desa di Kuansing.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pendam XIX/TT