Siap Hadapi Tekanan Tugas, Prajurit Yonif TP 952/IB Jalani Lari Interval Ketat
<span;>DURI MANDAU<span;> — Ratusan prajurit Petarung Mandau dari Batalyon Infanteri (Yonif) TP 952/IB menghentak lapangan Marshaling Area (MA) Yonif TP 952/IB, Duri Mandau, Selasa (26/5/2026) pagi. Seluruh personel tanpa terkecuali, mulai dari jajaran perwira, bintara, tamtama, hingga staf satuan, turun ke lapangan untuk melaksanakan pembinaan fisik (binsik) rutin berintensitas tinggi guna menjaga kesiapan tempur mereka.
<span;>Langkah kaki yang serempak dan teriakan yel-yel khas prajurit memecah keheningan pagi di Duri. Kejutan terjadi saat Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 952/IB, Letnan Kolonel Inf Andy Supartono, mengambil alih komando secara langsung dan menguji ketahanan fisik anak buahnya melalui serangkaian tes medis dan fisik yang ketat.
<span;>Latihan berat ini bukan tanpa alasan. Komando atas mewajibkan binsik guna mempersiapkan tubuh seluruh prajurit agar tetap bugar, tangguh, serta tahan terhadap berbagai tekanan mental maupun beban tugas harian yang dinamis.
<span;>“Salah satu tujuan Pembinaan Fisik ini dilakukan untuk meningkatkan kebugaran, mencegah penyakit, dan membangun ketahanan tubuh agar selalu siap menghadapi segala tantangan, tekanan mental, dan beban tugas keseharian sebagai prajurit TNI,” tegas Letkol Inf Andy Supartono di sela-sela peninjauan latihan.
<span;>Petugas medis mengawali kegiatan secara bertahap dengan memeriksa denyut nadi dan menggelar <span;>Vanderlei Test<span;> untuk memastikan kondisi jantung prajurit dalam zona aman. Usai pemanasan cepat, intensitas latihan langsung meningkat drastis. Prajurit wajib melahap rute lari joging yang kemudian disambung dengan lari interval berpola cepat untuk memacu batas maksimal stamina mereka, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi pendinginan.
<span;>Letkol Inf Andy Supartono menekankan bahwa ketahanan fisik merupakan modal mutlak yang tidak bisa ditawar oleh seorang prajurit petarung. Beliau meminta agar latihan ini tidak dianggap sebagai beban, melainkan kebutuhan utama.
<span;>“Saya mengharapkan kepada seluruh prajurit serius dalam melaksanakan pembinaan fisik ini, karena untuk tubuh dan diri kita pribadi, agar mampu menjalani tugas sehari-hari dengan tubuh yang bugar dan sehat,” ujar Danyonif TP 952/IB.
<span;>Kegiatan pembinaan fisik di lingkungan Yonif TP 952/IB rutin bergulir beberapa kali dalam seminggu. Program ini menjadi instrumen utama satuan dalam menyaring dan menjaga standardisasi kebugaran jasmani prajurit sebelum diterjunkan ke berbagai penugasan operasi militer maupun pengamanan wilayah.(Day)</span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;></span;>
Editor :Tim Sigapnews