Sentuh Progres 34 Persen, Kodim 0302/Inhu Kebut Jembatan Gantung Garuda Sanglap
BATANG CENAKU, INHU – Komando Distrik Militer (Kodim) 0302/Inhu terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong pembangunan di wilayah pelosok. Memasuki akhir pekan, tim satgas di lapangan sukses menggenjot progres fisik Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, hingga mencapai angka signifikan 34,25 persen pada Minggu (31/05/2026).
Jembatan gantung strategi ini dirancang membentang sepanjang 30 meter di atas sungai selebar 11 meter yang membelah desa. Infrastruktur vital tersebut akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan langsung Jalan Poros Desa Sanglap. Kehadiran jembatan ini sekaligus menjadi jawaban taktis atas tantangan geografis sungai yang memiliki kedalaman mencapai 4 meter dengan arus normal berkecepatan 2 meter per detik.
Komandan Kodim (Dandim) 0302/Inhu melalui rilis teritorialnya menegaskan bahwa proyek strategis yang didanai langsung oleh Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) ini bertujuan memberikan dampak sosial-ekonomi yang masif bagi masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan gantung ini menyasar kepentingan masyarakat luas. Sedikitnya 700 warga desa akan langsung menerima manfaat nyata, terutama dalam memutus isolasi geografis, memperlancar akses pendidikan, dan mendongkrak roda perekonomian antar wilayah, tulis rilis resmi Kodim 0302/Inhu.
Berdasarkan data taktis perubahan, beberapa item pekerjaan utama telah rampung total 100 persen, meliputi pemasangan bowplank, pembersihan lahan, penyiapan lokasi pondasi, hingga pembukaan jalan untuk jalur distribusi logistik. Saat ini, fokus utama 9 personel TNI AD berkemampuan khusus bersama 3 teknisi ahli pengintaian pada pembuatan pondasi abutmen yang terus merangkak naik hingga menyentuh angka 55 persen, serta peningkatan pasokan material yang kini berada di posisi 58 persen.
Kendati kondisi cuaca di lokasi dilaporkan sangat mendukung karena cerah sejak pagi hingga sore hari, tim di lapangan tetap harus bersiasat melawan hambatan logistik yang cukup menguras energi.
"Tantangan terbesar kami di lapangan tetap faktor geografi. Lokasi jembatan ini berada jauh dari jalan besar dengan akses jalan tanah yang rawan lumpur jika diguyur hujan. Oleh karena itu, seluruh material bangunan terpaksa harus dilangsir secara bertahap dan manual dari titik bongkar utama," jelas perwakilan tim teknis lapangan.
Kerja keras tanpa henti para prajurit di lapangan memastikan pekerjaan struktur dasar jembatan tetap berjalan presisi sebelum memasuki tahapan krusial berikutnya, seperti pengelasan gapura, pembuatan garpu jangkar, hingga pembentangan seling baja penahan beban.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di sekitar kawasan pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap III dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat aman, tertib, dan terkendali. Tingginya dukungan moril dari masyarakat setempat menjadi bahan bakar utama bagi TNI AD untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pendam XIX