Patroli Rutin dan Sosialisasi Jadi Langkah Koramil 07/Tenayan Raya Tekan Risiko Karhutla
Pekanbaru – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru terus mengintensifkan kegiatan patroli dan sosialisasi di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadinya kebakaran, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisasi munculnya titik api yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun lingkungan. Patroli dilakukan dengan menyasar kawasan lahan kosong, semak belukar, perkebunan masyarakat, serta area yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Selain melakukan pemantauan kondisi wilayah, para Babinsa juga memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
Danramil 07/Tenayan Raya melalui Babinsa Sertu S. Hermanto menegaskan bahwa patroli terpadu dan sosialisasi yang dilaksanakan merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0301/Pekanbaru dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Selain itu, warga diajak untuk berperan aktif melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi atau tanda-tanda munculnya titik api di lingkungan mereka.
Patroli rutin terus dilakukan guna memastikan tidak adanya aktivitas pembakaran lahan, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian. Tim patroli turut berkoordinasi dengan perangkat kelurahan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta kelompok peduli lingkungan untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini di tingkat wilayah.
Karhutla diketahui tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat akibat pencemaran udara. Asap yang dihasilkan dapat memicu berbagai penyakit pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Melalui patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Koramil 07/Tenayan Raya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta memiliki kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan wilayah binaan Koramil 07/Tenayan Raya tetap aman, kondusif, serta terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, melindungi kelestarian alam, serta menciptakan wilayah yang sehat dan bebas dari dampak buruk Karhutla demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 07 Tenayan Raya