Jembatan Garuda Capai 40,1 Persen, Hubungkan Dua RT di Minas
MINAS – Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Batu Bosa, Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Jumat (5/6/2026), progres pembangunan jembatan penghubung antarwilayah tersebut telah mencapai 40,1 persen dan ditargetkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat setempat.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan berlangsung sejak pagi hari dalam kondisi cuaca cerah. Sejumlah pekerja bersama personel TNI dan warga tampak menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi yang menjadi fondasi utama pembangunan jembatan jenis Aramco tersebut.
Jembatan dengan bentangan sepanjang 12 meter itu dibangun melintasi sungai selebar delapan meter dengan kedalaman air antara 0,5 hingga satu meter. Infrastruktur ini akan menghubungkan RT 01 dan RT 02 di Dusun Batu Bosa serta memberikan manfaat langsung bagi sekitar 300 warga yang berasal dari 150 kepala keluarga.
Sejumlah pekerjaan utama telah menunjukkan perkembangan. Pembersihan lokasi mencapai 87 persen, pengerjaan bowplank selesai 100 persen, mobilisasi material mencapai 50 persen, sementara pemasangan girder juga telah mencapai 50 persen. Tahapan-tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum memasuki pekerjaan konstruksi lanjutan pada struktur utama jembatan.
Komandan kegiatan di lapangan menyebut pembangunan terus dipacu agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan.
“Pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Kami terus mengoptimalkan sumber daya yang ada agar progres pembangunan tetap bergerak dan manfaat jembatan ini segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan jembatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp233,259 juta yang bersumber dari Mabesad dan dikelola oleh Kodim 0322/Siak. Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan dua personel TNI, enam pekerja, dan empat warga yang ikut bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan.
Meski situasi secara umum berjalan lancar, tim pelaksana masih menghadapi beberapa kendala, antara lain tidak tersedianya jaringan internet di lokasi, jarak tempuh sekitar 45 kilometer dari Koramil menuju titik pembangunan, serta distribusi material yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Hingga sore hari, situasi di lokasi pembangunan tetap aman dan terkendali. Kehadiran Jembatan Garuda nantinya diharapkan menjadi solusi akses transportasi masyarakat sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi dan sosial warga di wilayah pedalaman Minas Barat.
Editor :Tim Sigapnews
Source : KORAMIL 03/MINAS