Masuki Hari Ke-4, Tim Gabungan TNI-Polri Berhasil Padamkan 7 Hektare Karhutla di Pekaitan Rohil
Personnel TNI-AD Koramil 01/Bangko bersama petugas pemadam gabungan sedang berjibaku menyemprotkan air guna melakukan proses pendinginan di atas lahan gambut yang hangus terbakar di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir
BERITA SIGAP | PEKAITAN – Upaya kerja keras tim gabungan dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) membuahkan hasil yang signifikan. Memasuki hari keempat proses pemadaman, tim berhasil menjinakkan kobaran api yang melanda lahan gambut di Kepenghuluan Sungai Besar, Jalan Kenanga, Kecamatan Pekaitan, Sabtu (6/6/2026).
Aksi tanggap darurat ini melibatkan personel terpadu yang terdiri dari tiga anggota TNI-AD Koramil 01/Bangko di bawah pimpinan Serma Windi, 10 personel Polri, 10 anggota Manggala Agni, 10 karyawan PT Jatim, serta lima warga masyarakat setempat.
Wadan Ramil 01/Bangko, Kapten Cba (K) Karnilawati, mengkonfirmasi bahwa dari total perkiraan 7,5 hektare lahan yang terbakar, tim di lapangan telah menyelesaikan penyelesaian sekitar 7 hektare. Saat ini, fokus utama petugas adalah melakukan proses pendinginan demi memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di dalam lapisan tanah gambut.
Anggota Koramil 01/Bangko bersama seluruh elemen terkait saat ini fokus melakukan sinkronisasi di titik hotspot. Meskipun api utama sudah padam, kondisi terakhir masih menyisakan titik-titik asap yang harus benar-benar kita selesaikan agar tidak memicu kebakaran baru,” ujar Kapten Cba (K) Karnilawati pernyataan dalam resminya.
Ia juga menambahkan bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 45 kilometer dari posko darat tersebut sama sekali tidak bisa diakses oleh kendaraan. Akibatnya, seluruh personel terpaksa berjalan kaki untuk mencapai titik api.
Medannya berupa tanah gambut kering dan semak belukar yang sangat mudah terbakar, ditambah cuaca yang cerah, panas, dan berangin. Karena akses jalan terputus, personel harus berjalan kaki ke sasaran dengan membawa peralatan pendukung, jelas Wadan Ramil.
Dalam operasi pemadaman hari keempat ini, waktu memaksimalkan pemanfaatan dua unit alat berat serta tiga unit mesin mini striker. Perangkat tersebut didukung oleh tiga unit nozzle, tiga unit selang hisap, dan 30 unit selang buang untuk menyisir area gambut.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Kapten Cba (K) Karnilawati mengeluarkan instruksi berupa imbauan preventif yang keras kepada masyarakat luas. Beliau menegaskan agar warga menghentikan segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama pemilik lahan, untuk tidak sekali-kali membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem, panas berangin, dan tanah gambut yang kering sangat rawan memicu rambatan api yang cepat meluas. Kami juga meminta warga saling mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan aktivitas pembakaran sampah yang tidak bertahan di sekitar area semak belukar,” tegas Kapten Cba (K) Karnilawati.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran serta kepemilikan lahan gambut yang terbakar tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Pihak TNI dan aparat gabungan terus bersiaga di lokasi guna memadukan perkembangan situasi di lapangan.(Srt Andi)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX (AnD)