Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Giti Gelar Rembuk Stunting demi Selamatkan Generasi Bangsa
KABUN — Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Tampak hadir Camat Kabun yang diwakili oleh Kasi PMD Sdri. Yurniati SP. MM, Kepala Puskesmas Kabun Ns. Sifhaldi, S.Kep, Kepala Desa Giti H. Wagiran, Ketua BPD Rusjiono, Sekdes Ngadiman, Tokoh Agama Kasianto, serta Bhabinkamtibmas Aipda Tiber.
Tak ketinggalan, garda terdepan kesehatan desa seperti Bidan Desa Bdn. Seri M Ginting S.Keb, para kader Posyandu, perangkat desa, kepala dusun, ketua RT/RW, hingga pendamping desa juga turut serta dalam merumuskan strategi penanganan.
Dalam rembuk tersebut, dipaparkan data Peta Sosial Posyandu Desa Giti untuk periode Januari hingga Juni 2026 sebagai basis data intervensi:
Gejala Stunting: 5 anak.
Gizi Kurang: 6 anak usia bawah dua tahun (baduta)—di mana 2 di antaranya bergejala stunting, serta 11 anak usia bawah lima tahun (balita)—dengan 3 di antaranya bergejala stunting.
Kelompok Sasaran Pencegahan: 36 Ibu Hamil (Bumil), 229 Baduta/Balita, 175 Remaja Putri (Rematri), dan 4 pasang Calon Pengantin (Catin).
Kondisi Risiko: 4 Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Resti) dan 2 Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (Bumil KEK).
Serda Yuliandi P selaku Babinsa menyatakan bahwa kehadiran TNI dalam rembuk ini adalah bentuk komitmen mendukung program nasional dalam menciptakan generasi emas yang bebas stunting.
Melalui data peta sosial yang transparan ini, diharapkan Pemdes Giti bersama instansi terkait dapat menyalurkan program pemulihan gizi, edukasi sanitasi, serta pendampingan intensif bagi ibu hamil dan balita risiko tinggi secara tepat sasaran. Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Editor :Tim Sigapnews