Hari Ke-6, Tim Gabungan Koramil 01/Bangko Fokus Pendinginan Lahan Gambut Sawit di Bagan Punak
Tim gabungan TNI-Polri dan BPBD saat bahu-membahu menarik selang air untuk melakukan proses pendinginan lahan gambut kelapa sawit yang terbakar di Kepenghuluan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (14/7/2026). (Foto: Sigapnews
ROHIL - SIGAPNEWS.CO.ID – Tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD terus bergerak cepat mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Memasuki hari keenam, personel Koramil 01/Bangko fokus melakukan proses pendinginan di satu titik lahan gambut yang terbakar, Selasa (14/7/2026).
Aksi penanggulangan ini dipimpin langsung oleh Sertu Doli Sagala di Kepenghuluan Bagan Punak, Kecamatan Bangko. Petugas berjibaku memadamkan sisa-sisa asap di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga bernama Rafi, yang terletak pada koordinat N 2°8'48,504" E 100°52'28,434".
"Hari ini status titik api sudah padam total, namun kita tetap siaga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik asap yang berpotensi memicu api baru," ujar Sertu Doli Sagala dalam keterangannya.
Lahan gambut yang terdampak diperkirakan mencapai luas ± 2 Hektar. Berkat kerja keras tim di lapangan, area seluas ± 1,5 Hektar kini sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya, sementara sisa lahan lainnya dipastikan aman dari api.
Sebanyak 13 personel gabungan diterjunkan ke lokasi yang berjarak sekitar 35 KM dari markas Koramil ini. Kekuatan personil terdiri dari 4 anggota TNI, 4 personel Polri, serta 5 petugas BPBD Rohil.
Guna mempercepat proses evakuasi dan pembasahan, tim dilengkapi dengan 8 unit kendaraan roda dua, 2 unit kendaraan roda empat, 1 unit alat berat jenis Maixtri, serta 2 unit mesin ministriker yang didukung oleh 20 gulung selang buang.
Meski sempat menghadapi hambatan berupa cuaca panas ekstrem dan tiupan angin kencang di lokasi, tim gabungan berhasil mengendalikan situasi dengan aman dan kondusif. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib, namun diduga kuat akibat kelalaian atau faktor ketidaksengajaan. (Matratni)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX