Nihil Hotspot Bukan Berarti Aman! Babinsa dan MPA Peringatkan Bahaya Karhutla Bisa Datang Kapan Saja
Bersama anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), Peltu Aswardi melakukan pemantauan secara menyeluruh di Jalan Wisata Danau Buatan
Pekanbaru – Meski hasil patroli menunjukkan wilayah Rumbai Timur masih terbebas dari hotspot, titik api, maupun kepulan asap, Babinsa Kelurahan Lembah Sari Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Peltu Aswardi, mengingatkan masyarakat agar tidak terlena. Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi bersama. Oleh karena itu, patroli terpadu dan sosialisasi pencegahan karhutla terus digencarkan sebagai langkah deteksi dini dan upaya meminimalisir risiko kebakaran, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut menyasar sejumlah kawasan yang selama ini dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla. Bersama anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), Peltu Aswardi melakukan pemantauan secara menyeluruh di Jalan Wisata Danau Buatan, Jalan Teluk Leok Ujung, Jalan Family Raya, Jalan Kemping, Jalan Lingkar Danau Buatan Dermaga I dan II, Jalan Pramuka Ujung Danau Bandar Khayangan, hingga Jalan Cipta Nusa di kawasan Dermaga II.
Tidak hanya menyisir lokasi-lokasi yang memiliki vegetasi kering, patroli juga diisi dengan komunikasi langsung kepada masyarakat yang dijumpai di lapangan. Babinsa mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan berawal dari aktivitas manusia, baik karena membuka lahan dengan cara dibakar maupun akibat kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan api unggun tanpa dipadamkan dengan sempurna. Karena itu, kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah munculnya bencana karhutla.
Dalam sosialisasinya, Peltu Aswardi menegaskan bahwa sekecil apa pun tanda-tanda kebakaran harus segera dilaporkan kepada Babinsa, aparat kelurahan, maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum api meluas. Menurutnya, kecepatan informasi merupakan kunci utama dalam menekan dampak kebakaran yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, merusak ekosistem, hingga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan.
Selama patroli berlangsung, tim juga melakukan pengecekan pada sejumlah titik koordinat yang sebelumnya masuk dalam pemetaan wilayah rawan. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lapangan masih aman dan terkendali. Tidak ditemukan hotspot, titik api, maupun titik asap di seluruh jalur patroli yang dilalui. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin mulai membuahkan hasil positif, meski kewaspadaan tetap harus dipertahankan.
Patroli yang melibatkan satu personel Babinsa dan satu anggota MPA tersebut menggunakan satu unit sepeda motor untuk menjangkau akses-akses yang sulit dilalui kendaraan roda empat. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi bukti bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Peltu Aswardi menegaskan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau berlangsung. Langkah ini merupakan bentuk komitmen TNI AD melalui Babinsa dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi masyarakat dari ancaman bencana kabut asap, serta memastikan wilayah Kecamatan Rumbai Timur tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan.
Patroli berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Dengan tidak ditemukannya hotspot maupun titik api, kondisi wilayah Rumbai Timur hingga saat ini dipastikan tetap kondusif. Namun demikian, Babinsa mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, karena pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya bencana karhutla.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh