BABINSA KORAMIL 01/BANGKO BERSAMA TIM PUSKESMAS SINABOI GELAR FOGGING DI SEI NYAMUK UNTUK CEGAH DBD
CEGAH DBD: Babinsa Koramil 01/Bangko Sertu Zamri memantau langsung penyemprotan fogging di pemukiman warga Kepenghuluan Sei Nyamuk, Sinaboi, Rohil, Rabu (05/08/2026). (Foto: Matratni/Sigapnews)
ROHIL (SIGAPNEWS) - Antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Koramil 01/Bangko Sertu Zamri bersinergi dengan Tim Puskesmas Sinaboi dan Aparatur Kepenghuluan melakukan aksi nyata. Mereka menggelar penyemprotan nyamuk (fogging) di wilayah Kepenghuluan Sei Nyamuk, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, pada Rabu (05/08/2026).
Penyemprotan ini menyasar area pemukiman warga dan fasilitas umum. Fokus utamanya adalah memutus mata rantai pembiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama DBD.
Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi S.Hub.Int. melalui Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Sinergi di lapangan diperkuat oleh kehadiran petugas dari Puskesmas Sinaboi, Bapak Rikko, beserta 2 orang anggotanya yang mengoperasikan alat penyemprotan, didampingi langsung oleh Babinsa dan pemerintah desa setempat.
Datuk Penghulu Sungai Nyamuk, Bapak Daryamin, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas respon cepat dan kepedulian dari Koramil 01/Bangko dan Puskesmas Sinaboi. "Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Tim Puskesmas yang langsung turun ke lingkungan warga kami. Kegiatan fogging ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dari ancaman penyakit DBD," ujar Bapak Daryamin.
Di sela kegiatan, Tim Puskesmas Sinaboi turut memberikan edukasi dan himbauan penting kepada masyarakat terkait pencegahan DBD melalui program 3M Plus. Petugas menekankan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan untuk memutus siklus hidup nyamuk secara tuntas, warga wajib menerapkan:
1. Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat semua wadah penyimpanan air.
3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Selama proses fogging berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Warga setempat, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tampak menyambut baik dan mendukung penuh aksi tanggap darurat kesehatan ini. (Matratni/Srt Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX