Hari Kedua Karhutla Raja Bejamu: Sinergi TNI-Polri dan Upaya Keras Padamkan Lahan Gambut
HARI KEDUA: Tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat peduli api melakukan pendinginan di lokasi Karhutla Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir, guna memastikan api padam total, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Srt Andi J)
ROKAN HILIR (SIGAPNEWS / MATRATNI) – Memasuki hari kedua operasi pemadaman, tim gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Kepenghuluan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjibaku melokalisir sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). (Sabtu 8/8/2026)
Aksi tanggap dan sigap ini dimotori langsung oleh personel Koramil 01/Bangko Kodim 0321/Rohil bersama Polsek Sinaboi. Langkah cepat berkesinambungan ini diambil guna mengantisipasi meluasnya sebaran bara api di dalam lapisan tanah gambut yang kering.
Kebakaran melanda area semak belukar di Jalan Sepakat, RT 01/RW 001, Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi. Berdasarkan pantauan titik koordinat, lokasi api berada pada N 2° 14' 15.43" dan E 100° 55' 27.88".
Faktor cuaca cerah yang sangat panas disertai angin kencang menjadi tantangan berat bagi tim gabungan sejak hari pertama. Lahan gambut kering yang terdampak diperkirakan mencapai luas ± 5 hektare (Ha). Kuat dugaan, lahan semak belukar tersebut sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menghadapi situasi ini, operasi pemadaman hari kedua dikawal langsung oleh Danpos Ramil 01/Bangko Wilayah Kecamatan Sinaboi Serma Riza Ariandi, Kapolsek Sinaboi Iptu Yohanes Untung Sormin, S.H., M.H., serta Datuk Penghulu Raja Bejamu, Bpk Mukhtar, S.Pd.
Sebanyak 26 personel gabungan diturunkan penuh di bawah satu komando taktis:
TNI AD (Koramil 01/Bangko): 4 personel
Polri (Polsek Sinaboi): 10 personel
Masyarakat Peduli Api (MPA): 10 orang
Aparat Pemerintah (Apem): 2 orang
Meski harus menempuh jarak ± 33 KM dari markas Koramil dan melewati akses jalan setapak yang terbatas, tim tangguh ini berhasil menembus titik api utama dengan mengandalkan 3 unit mesin pemadam jenis Ministriker.
Secara terpisah, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi S.Hub.Int., melalui Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba (K) Karnilawati memberikan atensi dan pesan tegas terkait peristiwa ini.
Pihak TNI menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan sengaja yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat luas melalui pembakaran hutan dan lahan.
"Dandim 0321/Rohil melalui kami menegaskan agar seluruh elemen masyarakat menghentikan total aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar. Penegakan hukum akan dikawal ketat bersama pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pemilik maupun pelaku pembakaran ini. Tidak ada ruang bagi pelaku pelaku pembakar lahan di wilayah Rokan Hilir," tegas Kapten Cba (K) Karnilawati.
Wadanramil juga mengapresiasi kesigapan tim gabungan di lapangan yang tanpa lelah terus mengawal pemadaman hingga hari kedua demi memastikan situasi kembali kondusif.
Berkat kerja keras tanpa lelah dari seluruh unsur di lapangan, amukan si jago merah berhasil dikendalikan. Petugas secara berkala melakukan pemadaman di 3 titik utama, dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down) di 3 titik lainnya. Langkah ini wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi di bawah permukaan gambut.
Hingga laporan ini diturunkan, kondisi akhir di lokasi menunjukkan persentase pemadaman telah mencapai 90%. Petugas gabungan masih disiagakan di lokasi karena sisa asap tipis terpantau masih keluar dari sela-sela tanah gambut.
Di sisi lain, Polsek Sinaboi saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap kepemilikan lahan serta memburu pelaku di balik pembakaran liar tersebut.(Matratni/Sertu Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX