Mabes TNI Perkuat Edukasi Karhutla di Rupat, Warga Teluk Lecah dan Sri Tanjung Diajak Jaga Lingkunga
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kabupaten Bengkalis. Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI bersama Kodim 0303/Bengkalis menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Desa Teluk Lecah dan Desa Sri Tanjung, Kecamatan Rupat.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Teluk Lecah, Jalan Pantai Indah, RT 02/RW 01, Dusun Lecah Sari, Kecamatan Rupat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan dini sekaligus membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Tim Penyuluh Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, didampingi Kolonel Tek I Wayan Joni dan Mayor Inf Sugiyanto. Sementara Tim Pendamping Kodim 0303/Bengkalis berjumlah enam personel dan dipimpin Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih.
Sosialisasi turut dihadiri Sekretaris Desa Teluk Lecah Mazrudi, A.Md. yang mewakili Kepala Desa Teluk Lecah, Kepala Desa Sri Tanjung Abdul Malik, S.Pd.I, Ketua BPD Teluk Lecah Bukhari, S.I.P, para Ketua RT/RW, personel BPBD Kecamatan Rupat, Linmas, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat Desa Teluk Lecah dan Desa Sri Tanjung diajak bersama-sama menjaga lingkungan serta meninggalkan kebiasaan membuka lahan maupun perkebunan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta untuk ikut mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya pihak dari luar wilayah, apabila hendak membuka lahan dengan menggunakan metode pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.
Tim penyuluh menekankan bahwa Karhutla bukan hanya mengancam kawasan hutan dan perkebunan, tetapi juga dapat menimbulkan asap dan polusi udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat kebakaran juga berpotensi menyebar ke wilayah lain, bahkan hingga negara tetangga.

Selain pencegahan melalui perubahan perilaku, masyarakat juga didorong untuk memperkuat kesiapsiagaan lingkungan. Salah satunya dengan menjaga sumber-sumber air yang tersedia, termasuk embung, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pasokan air apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Warga yang memiliki lahan perkebunan juga diimbau dapat berpartisipasi menyediakan sebagian lahannya apabila diperlukan untuk pembangunan embung maupun akses jalan menuju lokasi rawan kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah mobilisasi personel dan peralatan pemadaman ketika terjadi Karhutla.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan titik api. Jika terlihat adanya kebakaran, warga maupun MPA diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.
Apabila diperlukan tindakan pemadaman awal, masyarakat diimbau untuk tidak melakukannya seorang diri dan mengutamakan keselamatan dengan minimal dilakukan oleh dua orang serta tetap berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kemampuan dan peralatan penanganan Karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluhan Mabes TNI berharap kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin kuat. Pencegahan Karhutla dinilai bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian, kewaspadaan, dan respons cepat masyarakat, potensi Karhutla dapat ditekan sejak dini.”
Sinergi antara TNI, pemerintah desa, BPBD, Linmas, MPA, serta masyarakat diharapkan mampu membangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kecamatan Rupat.
Editor :Tim Sigapnews