Bukan Sekadar Penyuluhan Karhutla, Brigjen Pardosi Bawa Kepedulian Mabes TNI untuk Warga
BENGKALIS – Kehadiran Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI (Mar) FJH. Pardosi, di wilayah Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, bukan hanya membawa pesan tentang pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Di tengah agenda penyuluhan dan penguatan sinergi lintas sektor, Brigjen Pardosi juga menunjukkan kepedulian Mabes TNI kepada masyarakat dengan menyerahkan bantuan sembako kepada warga.
Sebanyak 28 paket sembako diberikan kepada 28 orang warga. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada dua orang perwakilan warga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah yang menjadi bagian dari kegiatan penyuluhan Karhutla.
Momen tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kunjungan Tim Penyuluhan Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI (Mar) FJH. Pardosi bersama Kolonel Pnb Taufiq E., Kolonel Laut (P) Arif Budi dan Mayor Inf. Mursyid.
Brigjen Pardosi mengatakan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyampaikan pesan pencegahan Karhutla, tetapi juga membangun kedekatan dan melihat langsung kondisi masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan penyuluhan. Kami juga ingin bersilaturahmi, melihat masyarakat secara langsung dan berbagi apa yang bisa kami berikan,” ujar Brigjen Pardosi.
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin tidak besar nilainya, namun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga serta menjadi bentuk nyata kepedulian dan perhatian TNI.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Yang terpenting adalah kebersamaan dan kepedulian. TNI ingin selalu hadir bersama masyarakat,” tambahnya.
Penyerahan sembako berlangsung dalam suasana hangat. Warga yang menerima bantuan menyambut baik perhatian yang diberikan Tim Mabes TNI.
Bagi Brigjen Pardosi, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla. Sebab, keberhasilan menjaga hutan dan lahan dari ancaman api tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat.
Karena itu, pesan pencegahan Karhutla yang disampaikan Tim Mabes TNI tidak berhenti pada sosialisasi. Masyarakat juga diajak menjadi bagian dari mata dan telinga di lapangan dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun indikasi kebakaran.
“Jaga lingkungan kita bersama. Kalau melihat ada potensi api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar,” tegas Brigjen Pardosi.
Kegiatan tersebut memperlihatkan wajah lain dari kehadiran Mabes TNI di tengah masyarakat. Tegas dalam menjaga lingkungan, kuat dalam membangun sinergi, sekaligus hadir dengan kepedulian untuk warga.
Editor :Tim Sigapnews