Gempur Karhutla, Sinergi TNI-Polri dan Tim Gabungan Padamkan 5 Hektar Lahan Gambut di Sinaboi
Danpos Ramil Sinaboi Serma Riza Ariandi bersama tim gabungan TNI-Polri dan MPA saat melakukan pendinginan lahan gambut yang terbakar di Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir, Minggu (9/8/2026). (Foto: Dok. Koramil 01/Bangko)
ROKAN HILIR – Sinergitas tanpa batas ditunjukkan oleh personel TNI dari Koramil 01/Bangko bersama Polsek Sinaboi, Brimob, dan tim gabungan. Mereka bergerak cepat menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (9/8/2026).
Aksi tanggap darurat ini berfokus pada proses pendinginan di tiga titik hotspot yang berada di Jalan Sepakat, RT 22/RW 001. Langkah cepat ini diambil guna memastikan area bekas kebakaran benar-benar aman dan tidak memicu munculnya titik api baru.
Danpos Ramil 01/Bangko Wilayah Kecamatan Sinaboi, Serma Riza Ariandi menyampaikan bahwa lahan yang terdampak merupakan kawasan semak belukar di atas tanah gambut kering dengan luas perkiraan mencapai ± 5 hektar. Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, diduga kuat lahan tersebut sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Benar, kami dari tim gabungan bergerak cepat melakukan pendinginan di tiga titik hotspot. Untuk luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 5 hektar berupa semak belukar dan tanah gambut kering. Mengenai status kepemilikan lahan, saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Polsek Sinaboi," ujar Serma Riza Ariandi.
Melihat kondisi lahan gambut yang sangat kering dan rawan meluas, Serma Riza Ariandi memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemilik lahan di wilayah Kecamatan Sinaboi agar tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat, jangan pernah mencoba membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, apalagi di musim kering seperti ini. Dampak Karhutla ini sangat merugikan kita semua, merusak lingkungan, dan mengganggu kesehatan. Ingat, ada sanksi hukum pidana yang sangat berat bagi siapa saja yang sengaja membakar lahan," tegas Danpos Ramil Sinaboi tersebut.
Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. Tim gabungan harus menempuh jarak sekitar 33 kilometer dari markas Koramil menggunakan akses jalan setapak. Meski medan cukup menantang, hal tersebut tidak menyurutkan semangat puluhan personel yang terjun langsung ke lokasi.
Sinergi kuat di lapangan ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi, antara lain:
- TNI AD (Koramil 01/Bangko): 4 Personel
- Polri (Polsek Sinaboi): 10 Personel
- Brimob: 11 Personel
- Masyarakat Peduli Api (MPA): 10 Orang
- Aparat Pemerintah (Apem): 2 Orang
- PT Diamond: 10 Personel
Dengan dukungan alat pemadam berupa 3 unit mesin Ministriker, tim gabungan terus berjibaku di bawah kondisi cuaca mendung melakukan pendinginan secara menyeluruh pada tanah gambut yang kering.
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil yang maksimal. Kondisi terakhir di lokasi memastikan bahwa api telah padam total 100 persen dan sudah tidak ditemukan lagi adanya titik asap di area tersebut. Tim di lapangan akan terus memantau situasi untuk mengantisipasi potensi bahaya karhutla susulan.(Matratni/Srt Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX