Patroli Karhutla, Babinsa dan MPA Pastikan Wilayah Muara Fajar Timur Aman
Serda Widi Anugrah mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla.
Pekanbaru - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Babinsa Kelurahan Muara Fajar Timur Koramil 08/Rumbai Barat Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Widi Anugrah bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla, Selasa (11/8/2026).
Dengan menyusuri kawasan Jalan Ikan Raya KM 19 RT 02/RW 05, Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat. Kegiatan tersebut menyasar wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran, sekaligus mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan apabila karhutla terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, personel menyisir sejumlah area untuk memantau kondisi lahan dan memastikan tidak terdapat aktivitas maupun tanda-tanda yang berpotensi memicu kebakaran.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi aman. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap di sepanjang rute patroli.
Serda Widi Anugrah mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla.
“Kami melaksanakan patroli dan sosialisasi ini untuk memastikan wilayah tetap aman dari potensi kebakaran. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama di kawasan yang memiliki lahan dan vegetasi yang mudah terbakar,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar lahan untuk membuka atau membersihkan area.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian tidak terkendali dan menyebabkan kebakaran meluas. Kalau melihat adanya asap, api atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat terkait,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi mata serta telinga dalam mendeteksi potensi karhutla sejak awal.
Dua anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang turut dalam patroli juga menyampaikan pentingnya meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang rawan terbakar.
“Kami bersama Babinsa ikut memantau kondisi wilayah dan memastikan tidak ada titik api maupun asap. Sampai patroli selesai, situasi aman dan nihil titik api,” ujar salah seorang anggota MPA.
Anggota MPA lainnya menambahkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya mengandalkan aparat.
“Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, apalagi kalau kondisi lahan kering. Kalau ada melihat asap atau api, jangan dibiarkan, segera laporkan supaya bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Keduanya juga menyatakan kesiapan untuk terus membantu melakukan pemantauan bersama Babinsa di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran.
Sementara itu, Danramil 08/Rumbai Barat, Kapten Inf Simon Petrus Ginting, saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan patroli yang dilakukan Babinsa bersama MPA merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Patroli seperti ini sangat penting untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi kebakaran baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan secara terus-menerus,” ujarnya.
Kapten Inf Simon Petrus Ginting juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, MPA dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila menemukan titik api, asap atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa, MPA maupun aparat terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan MPA menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini karhutla di tingkat wilayah.
“MPA merupakan mitra penting dalam membantu pemantauan wilayah. Dengan adanya kerjasama antara Babinsa, MPA dan masyarakat, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.
Dalam patroli tersebut, personel menggunakan satu unit sepeda motor untuk menyusuri rute yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap di wilayah yang dilalui.
Meski kondisi patroli nihil dari indikasi karhutla, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Babinsa bersama MPA mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran demi menjaga wilayah Rumbai Barat tetap aman dari ancaman karhutla.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 08 Rumbai Barat