Patroli Karhutla, Babinsa dan MPA Sisir Wilayah Bencah Lesung Pastikan Kondisi Aman
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Pelda Umar Yahya, bersama unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) saat melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla
Pekanbaru – Menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Langkah pencegahan justru menjadi kunci agar percikan kecil tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Semangat itulah yang dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Pelda Umar Yahya, bersama unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) saat melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
Dengan menggunakan sepeda motor, keduanya menyusuri sejumlah ruas jalan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Patroli dimulai dari Jalan Indrapura dan dilanjutkan menuju Jalan Tenayan. Sepanjang perjalanan, kondisi lingkungan diamati untuk memastikan tidak ada tanda-tanda awal terjadinya kebakaran.
Tak hanya berkeliling, Pelda Umar Yahya juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Warga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Pencegahan akan jauh lebih baik daripada menunggu api muncul. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau tanda-tanda kebakaran,” ujar Pelda Umar Yahya.
Patroli juga dilakukan pada titik koordinat Latitude 0.511257° dan Longitude 101.500872°. Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau aman dan kondusif.
Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat kewaspadaan diturunkan. Potensi Karhutla tetap harus diantisipasi karena perubahan cuaca maupun aktivitas manusia dapat sewaktu-waktu meningkatkan risiko kebakaran.
Bagi Babinsa dan MPA, menjaga wilayah dari Karhutla bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebab, ketika kebakaran terjadi, dampaknya tidak hanya merusak lahan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas warga, hingga kualitas udara.
Kehadiran MPA dalam patroli tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan bersama. Aparat dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman api.
Melalui patroli rutin dan komunikasi langsung dengan warga, diharapkan kesadaran masyarakat semakin tumbuh. Setiap warga diharapkan menjadi bagian dari upaya deteksi dini dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi Karhutla.
Kegiatan patroli tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan Koramil 07/Tenayan Raya dalam menjaga wilayah binaannya. Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala dan dukungan masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat ditekan sedini mungkin.
Mencegah api sebelum muncul menjadi pilihan terbaik. Sebab, menjaga satu titik kecil hari ini berarti ikut melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak kebakaran yang lebih besar di kemudian hari.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya