Patroli Karhutla Digencarkan, Babinsa Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan
Serka Wiyono mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menjalar apabila pembukaan lahan dilakukan dengan cara dibakar.
Pekanbaru - Cuaca panas yang melanda Kota Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mengantisipasi hal tersebut, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Wiyono bersama warga dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran di Jalan Beringin, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Selasa (11/8/2026).
Patroli dilakukan dengan menyusuri wilayah sekitar Posko Karhutla untuk melihat langsung kondisi lahan dan mengidentifikasi potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Serka Wiyono mengatakan kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menjalar apabila pembukaan lahan dilakukan dengan cara dibakar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat panas seperti sekarang. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Menurutnya, ancaman karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Yang perlu kita waspadai bukan hanya kebakarannya, tetapi juga asap yang ditimbulkan. Asap dapat mengganggu pernapasan masyarakat dan salah satu penyakit yang bisa menyerang adalah ISPA. Karena itu, lebih baik kita mencegah sebelum terjadi kebakaran,” tegasnya.
Dalam patroli tersebut, Babinsa juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di sekitar lahan kering dan kawasan yang memiliki material mudah terbakar.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Hal kecil seperti itu bisa menjadi sumber api apabila dibuang di tempat yang kering dan mudah terbakar,” tambahnya.
Dari hasil pemantauan bersama warga dan MPA, tidak ditemukan adanya titik api maupun hotspot di lokasi patroli. Kondisi wilayah terpantau nihil dari indikasi kebakaran.
Meski demikian, Serka Wiyono meminta masyarakat tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia mengajak warga untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu karhutla.
“Kalau ada menemukan hal-hal yang mencurigakan atau melihat adanya asap maupun tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa atau Polsek terdekat agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Salam, salah seorang warga yang ikut dalam patroli mengapresiasi langkah Babinsa yang turun langsung bersama masyarakat untuk memantau kondisi wilayah.
“Kami senang Babinsa mau turun bersama warga dan MPA melihat langsung kondisi lahan. Apalagi cuaca sekarang panas, jadi memang harus lebih hati-hati. Kami juga akan mengingatkan warga lainnya supaya tidak membakar lahan sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang turut dalam patroli mengatakan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.
“Pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat. Masyarakat juga harus ikut menjaga wilayahnya. Kalau ada yang melihat api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, harus cepat dilaporkan,” katanya.
MPA juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin dapat membuat api mudah menyebar.
Di sisi lain, Danramil 06/Sukajadi, Kapten Inf Tayung, saat ditemui di ruang kerjanya, menegaskan bahwa patroli dan komunikasi sosial yang dilakukan Babinsa bersama masyarakat merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Babinsa harus terus berada di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan mengingatkan warga mengenai bahaya karhutla. Apalagi ketika kondisi cuaca panas, potensi api untuk cepat menyebar harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kapten Tayung mengatakan pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, MPA, aparat kewilayahan dan kepolisian.
“Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran baru bertindak. Pencegahan jauh lebih penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya bisa luas, bukan hanya merusak lingkungan tetapi asapnya juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko ISPA,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Sekecil apa pun sumber api harus kita waspadai. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran,” tambahnya.
Dengan patroli dan komunikasi sosial tersebut, Babinsa bersama warga dan MPA memastikan kondisi wilayah yang dipantau dalam keadaan aman dan tidak ditemukan titik api maupun hotspot. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat kondisi cuaca panas yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan setiap potensi kebakaran kepada Babinsa atau Polsek terdekat demi mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap, termasuk risiko ISPA.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi