Babinsa dan Masyarakat Bersinergi Cegah Karhutla, Wilayah Tenayan Raya Tetap Aman
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Susanto, bersama masyarakat melalui patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Pekanbaru – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat menjaga negeri juga ditunjukkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Hal itu dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Susanto, bersama masyarakat melalui patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Selasa (18/8/2026).
Patroli menyasar sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi rawan terbakar, di antaranya Jalan 70, Kelurahan Tuah Negeri, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Jalan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya.
Dengan menggunakan sepeda motor, personel menyusuri jalur-jalur yang menjadi sasaran pemantauan. Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar berkeliling memastikan kondisi wilayah. Di setiap kesempatan, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla.
Serka Susanto mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih penting sebelum api muncul. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting karena berada paling dekat dengan wilayah tempat tinggalnya. Kalau ada potensi kebakaran, semakin cepat diketahui maka semakin cepat pula bisa ditangani,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pemantauan juga dilakukan pada titik koordinat Latitude 0.484896° dan Longitude 101.539533°. Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi wilayah terpantau aman. Hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap juga nihil.
Meski tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran, kondisi tersebut tidak membuat kewaspadaan diturunkan. Justru, situasi aman menjadi momentum untuk terus mempertahankan kesiapsiagaan melalui patroli rutin dan komunikasi dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersinergi dengan satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Kolaborasi sederhana itu menjadi gambaran bahwa pencegahan Karhutla dapat dimulai dari langkah kecil, yakni saling mengingatkan, saling peduli dan bersama-sama mengawasi lingkungan.
Keterlibatan MPA juga memiliki arti penting. Masyarakat yang sehari-hari berada di sekitar kawasan rawan dapat menjadi mata dan telinga pertama dalam mendeteksi munculnya potensi kebakaran.
Bagi Babinsa, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjaga keamanan wilayah. Ada kepedulian yang lebih luas, termasuk memastikan lingkungan tetap aman, udara tetap bersih dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu asap Karhutla.
Momentum peringatan kemerdekaan pun menjadi semakin bermakna. Jika dahulu para pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan perjuangan besar, maka di masa kini semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian sederhana terhadap lingkungan dan sesama.
Menjaga agar tidak terjadi Karhutla berarti ikut menjaga kesehatan masyarakat, kelestarian alam serta kenyamanan kehidupan bersama.
Karena itu, sinergi antara Babinsa, MPA dan masyarakat akan terus menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah Tenayan Raya. Sebab, menjaga negeri tidak selalu harus dilakukan dengan langkah besar.
Kadang, cukup dimulai dari kepedulian untuk memastikan tidak ada api yang menyala dan tidak ada lingkungan yang menjadi korban.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya