Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Turun ke Bengkalis, Dandim: Pencegahan Harus Jadi Garda Terdepan
BENGKALIS – Upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus diperkuat. Tim Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI diturunkan langsung ke wilayah Bengkalis sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Kedatangan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya langkah nyata dan terpadu dalam mengantisipasi serta menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.IP., menyambut baik kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI. Menurutnya, penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai sejak dari pencegahan, deteksi dini hingga kesiapan menghadapi setiap potensi kebakaran.
“Kita tidak ingin menunggu api muncul baru bergerak. Pencegahan harus menjadi garda terdepan. Deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat dan kesiapan personel harus berjalan secara bersama-sama,” tegas Dandim.
Dandim menilai Kabupaten Bengkalis memiliki karakteristik wilayah yang cukup kompleks, terutama dengan adanya kawasan lahan gambut yang apabila terbakar membutuhkan penanganan serius dan tidak mudah untuk dipadamkan.

Karena itu, menurutnya, sinergi seluruh unsur menjadi kunci. TNI bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni dan masyarakat harus memiliki langkah yang sama dalam mencegah maupun menanggulangi Karhutla.
“Kita harus bekerja sebagai satu tim. Ketika ada potensi kebakaran, jangan sampai terlambat ditangani. Semakin cepat diketahui, semakin kecil kemungkinan api berkembang menjadi besar,” ujarnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana pemadaman, Dandim juga menekankan pentingnya pendekatan kepada masyarakat. Edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar harus terus dilakukan hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api dapat menjadi faktor penentu dalam mencegah kebakaran meluas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Bengkalis untuk bersama-sama menjaga wilayah kita. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kalau melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar,” kata Dandim.
Sementara itu, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI juga melakukan koordinasi dan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis serta instansi terkait. Pembahasan diarahkan pada penguatan pola pencegahan, kesiapan menghadapi Karhutla, pemetaan wilayah rawan, ketersediaan sumber air serta dukungan sarana dan prasarana pemadaman.
Dandim berharap kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dapat semakin memperkuat gerakan bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang lebih siap menghadapi ancaman Karhutla.
“Target kita jelas, bagaimana Karhutla bisa ditekan semaksimal mungkin. Jangan sampai kebakaran menjadi bencana yang berulang. Kita cegah bersama, kita tangani bersama, dan kita jaga Bengkalis bersama.”
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI, khususnya Kodim 0303/Bengkalis, untuk terus berada di tengah masyarakat dan bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Editor :Tim Sigapnews