Tim gabungan memastikan kondisi kawasan aman dan tidak menemukan titik api selama patroli berlangsun
Cegah Karhutla, Kodim 0316/Batam Patroli Hutan Kampung Blongking
Personil Kodim Batam Saat Melakukan Patroli di Hutan Blongking Rempang Cate
BATAM — Kodim 0316/Batam memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla dengan menggelar patroli gabungan di kawasan Hutan Kampung Blongking, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Patroli tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari personel Koramil 04/Galang, Ditpam, Satpol PP, pemerintah kecamatan, hingga warga setempat.
Pengawasan dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan munculnya titik api. Petugas juga memantau aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut, terutama kegiatan berkebun yang berpotensi memicu kebakaran apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Langkah itu dilakukan di tengah pentingnya kesiapsiagaan terhadap ancaman Karhutla, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan terbuka yang mudah terbakar ketika kondisi lingkungan mengering.
Patroli Lintas Instansi
Dalam kegiatan tersebut, Koramil 04/Galang mengerahkan empat personel. Mereka bergabung dengan enam personel Ditpam, empat personel Satpol PP, satu personel dari pihak kecamatan, serta empat warga.
Keterlibatan sejumlah unsur tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan pengawasan secara bersama. Aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan kawasan rawan kebakaran tetap terpantau.
Tim patroli bergerak menyusuri kawasan Hutan Kampung Blongking. Selain memeriksa kondisi lingkungan, petugas mengamati aktivitas warga yang berada di sekitar kawasan hutan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada kegiatan yang dapat memicu munculnya api. Salah satu perhatian petugas adalah aktivitas berkebun yang dilakukan masyarakat.
Petugas mengingatkan agar pengelolaan lahan tidak menggunakan metode pembakaran. Cara tersebut dinilai memiliki risiko karena api dapat dengan cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya, terutama apabila kondisi cuaca dan lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
Dandim: Deteksi Dini Penting
Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., mengatakan patroli merupakan bagian dari langkah preventif untuk mencegah Karhutla.
Menurut dia, pemantauan secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi kawasan sekaligus mengidentifikasi potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi lebih luas.
"Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya pencegahan Karhutla dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi kebakaran," ujar Yan Eka Putra.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam sistem deteksi dini. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui apabila muncul asap, api, atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Karena itu, komunikasi antara aparat dan masyarakat terus diperkuat.
Tidak Ditemukan Titik Api
Dalam patroli Sabtu tersebut, petugas tidak menemukan kejadian menonjol. Kawasan yang menjadi sasaran pemantauan dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak ditemukan titik api.
Patroli berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Meski tidak menemukan titik api, pengawasan dinilai tetap perlu dilakukan secara berkala. Karhutla dapat terjadi sewaktu-waktu ketika terdapat sumber api yang bertemu dengan kondisi vegetasi kering dan faktor cuaca yang mendukung.
Bagi aparat, patroli bukan hanya tindakan ketika kebakaran telah terjadi. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencegah munculnya api sekaligus mempercepat respons apabila terdapat indikasi awal kebakaran.
Warga Diminta Tidak Bakar Lahan
Kodim 0316/Batam juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko terhadap kawasan hutan dan lingkungan di sekitarnya. Api yang awalnya berasal dari lahan kecil dapat merambat ketika kondisi vegetasi kering dan angin cukup kuat.
Kolonel Yan Eka Putra meminta masyarakat segera menyampaikan informasi apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
"Peran masyarakat sangat penting. Jika ada tanda-tanda kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, segera informasikan kepada aparat maupun pihak terkait sehingga dapat ditindaklanjuti sedini mungkin," katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan patroli aparat. Kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan menjadi bagian dari upaya menekan risiko Karhutla.
Pencegahan Tak Hanya Saat Api Muncul
Patroli di Hutan Kampung Blongking menjadi salah satu bentuk langkah preventif yang dilakukan untuk menjaga kawasan hutan di wilayah Galang.
Pencegahan Karhutla membutuhkan pengawasan berkelanjutan, terutama terhadap kawasan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Koordinasi lintas instansi juga diperlukan agar informasi mengenai kondisi lapangan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat.
Selain patroli, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Warga perlu memahami bahwa pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan dan keselamatan kawasan sekitar.
Dengan pola pengawasan yang melibatkan aparat dan masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui sejak awal. Deteksi cepat memungkinkan penanganan dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kodim 0316/Batam menempatkan kesiapsiagaan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 02 Sekupang