Tim Mabes TNI Turun ke Rohil, Gelar Penyuluhan dan Cek Kesiapan Pencegahan Karhutla di Bangko
Perwakilan Tim Penyuluh Mabes TNI bersama unsur TNI-Polri dan Satgas Karhutla saat melakukan inspeksi kelayakan mesin pompa air dan alat pemadam kebakaran darurat darat di halaman Kantor Camat Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (1/9/2026). (Foto:
MATRATNI, ROHIL (Sertu Andi J) – Langkah tegas dan terintegrasi dalam mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digalakkan di wilayah teritorial Koramil 01/Bangko, Kodim 0321/Rohil. Kali ini, Tim dari Markas Besar (Mabes) TNI turun langsung ke lapangan guna melaksanakan kegiatan penyuluhan serta pencegahan Karhutla, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan strategis tersebut dipusatkan di Kantor Camat Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Selain memberikan penyuluhan, tim yang diisi oleh perwira menengah Mabes TNI ini juga mengecek kesiapan personel serta kelaikan peralatan penanggulangan bencana di posko setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh redaksi MatraTNI, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang hadir meliputi:Kolonel Elektronika (Lek) Aris SetiantaKolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla)Letkol Mar. Alyessi HippyMayor Inf. Andang RohadiMayor Inf. Roni KusnandarMayor Inf. Ade Hermansyah
Kehadiran tim asistensi dari Mabes TNI disambut hangat oleh otoritas setempat beserta Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika). Terlihat hadir dalam kegiatan ini Camat Bangko Aspri Mulia, S.STP., M.Si, Wadanramil 01/Bangko Kapten Cba. (K) Karnilawati, serta Kapolsek Bangko yang diwakili oleh Wakapolsek AKP Yatim.
Tak kalah penting, seluruh Lurah serta Datuk dan Datin Penghulu se-Kecamatan Bangko juga hadir secara langsung demi menyerap materi mitigasi penanggulangan kebakaran lahan.
Untuk memastikan kesiapsiagaan di garis depan, sejumlah pasukan gabungan ikut disiagakan dalam gelar personel kali ini, yang terdiri dari unsur TNI-AD (10 personel), Polri (6 personel), Staf Kecamatan (10 personel), BPBD (6 personel), Masyarakat Peduli Api atau MPA (6 personel), serta 35 orang perwakilan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla). menegaskan pentingnya kolaborasi kuat di tingkat akar rumput untuk menekan potensi munculnya titik api (hotspot).
"Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan butuh sinergi total dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga kesadaran masyarakat di tingkat kepenghuluan. Kami turun langsung ke Bangko untuk memastikan seluruh elemen siap siaga, melakukan deteksi dini, dan cepat bergerak sebelum api meluas. Lebih baik kita lelah memitigasi dan menyuluh daripada kita habis-habisan memadamkan saat api sudah membesar," tegas Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto di hadapan peserta.
Rangkaian acara diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Selepas itu, Tim Mabes TNI didampingi Upika langsung melakukan inspeksi atau pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel dan kelaikan peralatan pemadam kebakaran darurat darat yang disiagakan di Kecamatan Bangko.
Usai sesi foto bersama dan pemaparan inti materi penyuluhan Karhutla, Tim Mabes TNI beserta rombongan bergerak menuju ke lapangan. Mereka melakukan peninjauan langsung ke area lahan yang sempat terbakar guna memetakan potensi kerawanan serta mengevaluasi taktik penanganan yang efektif ke depan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam menjaga wilayah Rokan Hilir bebas dari bencana asap. (MatraTNI/Sertu Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX