Karhutla 1,5 Hektare di Batu Hampar Rohil, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Pendinginan
Momen tim gabungan saat bergotong-royong mengendalikan kepala api pada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Batu Hampar, Rokan Hilir, Senin (7/9/2026). (Foto: Dok. Koramil 01/Bangko)
ROKAN HILIR – Tim gabungan dari berbagai unsur kedinasan dan perusahaan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kepenghuluan Bantaian Baru, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir. Memasuki hari kedua proses penanggulangan pada Senin (7/9/2026), fokus petugas diarahkan pada penyekatan kepala api dan pendinginan bara guna meminimalisir kepulan asap.
Berdasarkan laporan terkini dari wilayah Kodim 0321/Rohil melalui Koramil 01/Bangko, total luas lahan gambut berupa hamparan kebun sawit milik masyarakat yang terbakar diperkirakan mencapai ± 1,5 hektare.
Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil menjinakkan dan memadamkan api di area seluas ± 1 hektare. Sementara itu, sekitar ± 0,5 hektare area sisanya masih terus diupayakan proses pemadamannya.
Guna mempercepat proses penanggulangan di titik koordinat N 1°55'37.128" E 100°57'59.58" tersebut, puluhan personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Kekuatan ini terdiri dari 4 personel TNI, 7 personel Polri, 6 petugas BPBD, 5 anggota Manggala Agni, 11 perwakilan Aparatur Pemerintah (Apem), 11 karyawan PT. Sindora, serta didukung oleh 4 warga masyarakat setempat.
Danpos Ramil 01/Bangko Wilayah Kecamatan Batu Hampar, Serma Sarwo Edhie Rambe, memimpin langsung personel TNI di lapangan untuk bersinergi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam mempercepat lokalisir titik api.
Tim di lapangan memanfaatkan dukungan alat pemadam kebakaran (alkap) berupa 1 unit ministrike beserta instalasi selang milik PT. Sindora, dan 1 unit maxtree beserta selang milik BPBD Kabupaten Rokan Hilir.
Kendati kepala api utama dilaporkan sudah berhasil dikendalikan, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala berat. Kondisi lahan gambut yang tebal dan sangat kering membuat bara api di bawah permukaan tanah memicu kepulan asap tebal yang terus keluar.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem yang sangat panas, embusan angin kencang di lokasi, serta minimnya ketersediaan sumber air untuk penyemprotan. Selain itu, sulitnya akses geografis menuju titik api dan keterbatasan sinyal komunikasi turut menguji perjuangan tim gabungan di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas ke area sawit lainnya, tim gabungan telah melakukan koordinasi cepat dan melakukan penyekatan area. Petugas juga membuat embung air darurat serta melakukan penyekatan menggunakan alat berat untuk memutus jalur rambatan api.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan pemadaman dan pendinginan dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar. Sementara itu, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Polsek Batu Hampar. Pihak TNI dan instansi terkait juga telah meneruskan laporan ini secara berkala ke Komando Atas demi penanganan yang lebih komprehensif.(Srt Andi J)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim Pendam XIX