Babinsa Bergerak dari Pagi, Jalur Rawan Karhutla Rumbai Timur Dipantau Ketat, Hotspot dan Asap Nihil
Babinsa Kelurahan Lembah Sari Koramil 04/Lima Puluh Kodim 0301/Pekanbaru, Peltu Aswardi, melalui kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla, Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 10.10 WIB.
Pekanbaru — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak boleh diberi celah. Upaya pencegahan terus dilakukan secara aktif dengan menyisir kawasan yang dinilai rawan terbakar, termasuk wilayah sekitar Danau Buatan dan sejumlah jalur permukiman di Kecamatan Rumbai Timur.
Langkah tersebut dilakukan Babinsa Kelurahan Lembah Sari Koramil 04/Lima Puluh Kodim 0301/Pekanbaru, Peltu Aswardi, melalui kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla, Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 10.10 WIB.
Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah jalur yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran lahan. Bersama satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA), Peltu Aswardi bergerak memastikan kondisi lapangan sekaligus menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat.
Rute patroli mencakup Jalan Lingkar Danau Buatan Ujung, Kelurahan Lembah Sari; Jalan Family Raya RT 01/RW 06; Jalan Pramuka Ujung Perum Indah Permai RT 03/RW 10; Jalan Kemping RT 01/RW 02 Kelurahan Sungai Ambang; Jalan Lingkar Danau Buatan Dermaga I dan II; Jalan Pramuka Ujung Danau Bandar Khayangan; serta Jalan Cipta Nusa RT 01/RW 01 Dermaga II Danau Buatan.
Penyisiran dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya titik api, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan terbuka yang rentan terbakar saat kondisi lingkungan kering.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi aman. Hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap juga nihil.
Patroli tersebut dilakukan di sekitar koordinat pemantauan 0.580176° Lintang dan 101.478224° Bujur. Dengan menggunakan satu unit sepeda motor (SPM), personel melakukan pemantauan secara mobile terhadap kondisi wilayah yang dilalui.
Tak hanya mencari titik api, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla. Warga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun kepulan asap di wilayah sekitar.
Bagi Babinsa, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar.
Kehadiran Peltu Aswardi di lapangan menjadi bentuk nyata pembinaan wilayah sekaligus kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Patroli dilakukan untuk memastikan wilayah binaan tetap berada dalam kondisi aman, sekaligus mempersempit kemungkinan terjadinya kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.
Sinergi dengan MPA juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi mata dan telinga di lapangan, khususnya dalam mendeteksi lebih awal apabila muncul tanda-tanda kebakaran.
Upaya seperti ini menjadi penting mengingat Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat akibat asap serta menimbulkan kerugian apabila kebakaran meluas.
Karena itu, pengawasan terhadap wilayah rawan harus dilakukan secara berkelanjutan. Patroli rutin menjadi salah satu langkah untuk memastikan potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin.
Peltu Aswardi bersama personel MPA juga terus mengedepankan langkah preventif dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pesan yang dibawa sederhana namun tegas: jangan menunggu api muncul baru bergerak. Cegah sebelum Karhutla terjadi.
Kegiatan patroli yang dimulai pukul 10.10 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, kondisi wilayah terpantau aman dan tidak ditemukan hal-hal menonjol.
Dengan hasil hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil, patroli tersebut menjadi bukti bahwa kewaspadaan dan pengawasan lapangan terus dilakukan untuk menjaga wilayah Rumbai Timur dari ancaman Karhutla.
Kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla berjalan tertib, aman dan lancar.
Babinsa hadir bukan menunggu kebakaran terjadi, tetapi bergerak lebih awal untuk memastikan api tidak mendapatkan kesempatan membesar.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh