Mabes TNI Soroti Karhutla Rohil, 54 Peserta Evaluasi Perkuat Pencegahan
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bersama Pemerintah Kabupaten Rohil mengevaluasi penanganan Karhutla dalam rapat lintas sektor di Kantor Bupati Rohil, Komplek Perkantoran Batu Enam, Kecamatan Bangko, Senin (20/9/2026).
ROKAN HILIR — Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam rapat lintas sektor di Kantor Bupati Rohil, Komplek Perkantoran Batu Enam, Kecamatan Bangko, Senin (20/9/2026). Sebanyak 54 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri dan BPBD mengikuti evaluasi tersebut.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu dipimpin Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Brigjen (Mar) Benyy P. Nadeak. Forum tersebut membahas kondisi lapangan sekaligus langkah yang perlu diperkuat untuk menghadapi ancaman Karhutla di Rohil.
Peserta terdiri atas 32 unsur Pemkab Rohil, sembilan personel Kodim beserta jajaran, delapan personel Polres dan jajaran, serta lima personel BPBD Rohil.
Benyy mengatakan tim Mabes TNI sebelumnya telah turun ke sejumlah kecamatan untuk memberikan penyuluhan sekaligus melihat langsung kondisi wilayah rawan kebakaran.
Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya mengandalkan aparat ketika kebakaran sudah terjadi.
> “Penanganan Karhutla harus melibatkan seluruh pihak agar tujuan dapat tercapai dengan baik dan sesuai harapan,” ujar Benyy.
Ia juga menyoroti karakteristik Rohil yang memiliki kawasan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat upaya penanganan kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan dan strategi khusus, terutama saat memasuki periode kering.
Selain deteksi dini dan edukasi masyarakat, Benyy mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau personel secara langsung.
Asisten I Setdakab Rohil Rahmatul Zamri mengapresiasi keterlibatan Tim Mabes TNI. Ia mengakui pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan program pencegahan Karhutla.
Sementara itu, Kepala BPBD Rohil Safnurizal menyebut keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala di lapangan.
“Kondisi wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan lahan gambut membuat penanganan Karhutla membutuhkan waktu dan tenaga ekstra ketika kebakaran terjadi,” ujarnya.
Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bahan penguatan koordinasi Pemkab, TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan hingga masyarakat dalam menghadapi Karhutla.
Rapat berakhir sekitar pukul 15.10 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.
Editor :Yefrizal