Jelang Pilkades, Babinsa Desa Penghujan Ingatkan Warga Jaga Persatuan
Babinsa Desa Penghujan pada hari Selasa, 06 Oktober 2026, memberikan imbauan kepada warga masyarakat terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.
BINTAN — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Babinsa Desa Penghujan mengingatkan warga agar tidak membiarkan perbedaan pilihan politik memicu perpecahan. Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersama masyarakat Desa Penghujan, Selasa (6/10/2026).
Babinsa meminta warga menggunakan hak pilih secara bijaksana dan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing. Menurutnya, perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi di tingkat desa.
Namun, perbedaan pilihan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarwarga. Babinsa mengajak masyarakat tetap menghormati pilihan satu sama lain dan menjaga hubungan baik selama seluruh tahapan Pilkades hingga pemungutan suara berlangsung.
Pesan tersebut menjadi penting karena dinamika Pilkades tidak hanya berlangsung di ruang pemungutan suara, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat desa. Karena itu, warga diminta mengutamakan persaudaraan dibanding kepentingan politik sesaat.
Babinsa juga mendorong masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau perbedaan dukungan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan desa.
Selain menggunakan hak pilih, masyarakat diminta ikut menciptakan suasana Pilkades yang aman, damai dan kondusif. Sikap saling menghormati dinilai menjadi salah satu kunci agar pesta demokrasi tingkat desa dapat berjalan tanpa mengganggu kerukunan warga.
Dengan tahapan Pilkades yang semakin dekat, Babinsa menekankan bahwa siapa pun pilihan warga nantinya, persatuan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
Pilkades pada akhirnya bukan sekadar menentukan sosok yang memimpin pemerintahan desa, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga kedewasaan berdemokrasi. Perbedaan pilihan diharapkan berhenti di bilik suara dan tidak terbawa menjadi konflik dalam kehidupan bermasyarakat.
Editor :Tim Sigapnews