Babinsa Koramil 06/Sukajadi Ajak Warga Tuah Karya Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 06/Sukajadi Serda Sukiran terus turun ke lapangan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pekanbaru - Asap tebal yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru menjadi perhatian serius. Di tengah kondisi udara yang memburuk hingga sebagian sekolah di Kota Pekanbaru diliburkan, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Serda Sukiran terus turun ke lapangan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kamis (8/10/2026), Serda Sukiran melakukan patroli wilayah sekaligus pendampingan dan anjangsana kepada warga di kawasan lahan kebun maupun lahan tidur di wilayah Kelurahan Tuah Karya.
Mengenakan seragam loreng lengkap dengan ban lengan merah bertuliskan Babinsa, ia berjalan bersama warga menyusuri lahan yang dipenuhi rumput tinggi dan semak lebat.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari perhatian Babinsa untuk memastikan warga tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.
Di tengah patroli, Serda Sukiran berdialog dengan warga mengenai pentingnya menjaga lahan agar tidak menjadi sumber kebakaran. Pada lokasi lainnya, ia juga terlihat berjabat tangan dengan seorang warga mengenakan topi hitam setelah berbincang dan mengecek kondisi lahan.
Serda Sukiran mengatakan larangan membakar lahan terus disampaikan kepada masyarakat, khususnya para petani dan warga yang memiliki kebun di wilayah Kelurahan Tuah Karya.
Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa dampak kebakaran lahan tidak berhenti di lokasi pembakaran, tetapi dapat meluas dan merugikan masyarakat lainnya.
“Kita terus mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apalagi sekarang kondisi asap sudah tebal dan kualitas udara kurang baik. Jangan sampai pembakaran dari satu lahan justru menambah asap dan merugikan masyarakat lainnya,” ujar Serda Sukiran.
Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.
Kekhawatiran tersebut juga dirasakan masyarakat. Salah seorang warga yang ditemui Serda Sukiran mengaku memahami pentingnya larangan pembakaran lahan, terlebih kondisi udara Pekanbaru saat ini sudah terasa tidak sehat.
“Kami paham kalau membakar lahan bisa berdampak ke mana-mana. Sekarang asap saja sudah tebal. Kalau masih ada yang membakar, tentu kondisi udara akan semakin buruk,” kata warga.
Danramil 06/Sukajadi, Kapten Inf Tayung, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026), mengatakan bahwa pencegahan kebakaran lahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan kebun dan lahan kosong.
Babinsa, kata dia, terus diarahkan untuk aktif turun ke wilayah, membangun komunikasi dengan warga serta memberikan edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan.
“Babinsa harus berada di lapangan dan terus mengingatkan masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran. Setiap warga harus memahami bahwa membakar lahan bukan hanya berisiko terhadap lingkungan, tetapi asapnya juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegas Kapten Inf Tayung.
Menurutnya, kondisi udara Pekanbaru yang memburuk harus menjadi perhatian bersama. Imbauan pemerintah hingga keputusan meliburkan sebagian kegiatan sekolah menunjukkan bahwa dampak kualitas udara sudah dirasakan masyarakat.
Kapten Inf Tayung mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan potensi kebakaran. Dengan kepedulian dan kewaspadaan bersama, potensi munculnya titik api dapat ditekan sejak awal.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi