Babinsa Tangkerang Barat Dorong Koordinasi SPPG di Tengah Dampak Kabut Asap
Babinsa Kelurahan Tangkerang Barat Koramil 02/Kota Serka Riko Hidayat melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Irsadi Muzakkar dan sejumlah karyawan, Senin (12/10/2026).
Pekanbaru - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi pelayanan pemenuhan gizi bagi para siswa.
Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Kelurahan Tangkerang Barat Koramil 02/Kota Serka Riko Hidayat melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Irsadi Muzakkar dan sejumlah karyawan, Senin (12/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada dampak kabut asap tebal yang menyebabkan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, serta pengaruhnya terhadap penyaluran makanan sehat bergizi kepada para siswa.
Kebijakan meliburkan sekolah demi melindungi kesehatan siswa turut menjadi perhatian pihak SPPG yang bertugas mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak melalui penyediaan makanan bergizi.
Ketika kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung seperti biasa, penyaluran makanan ke sekolah-sekolah pun perlu menyesuaikan dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku.
Serka Riko Hidayat mengatakan komunikasi sosial menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah sekaligus membangun koordinasi dengan berbagai pihak dalam menyikapi persoalan yang berdampak pada masyarakat.
“Situasi kabut asap saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena berdampak pada aktivitas pendidikan dan pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa. Kami berharap koordinasi antara pihak terkait dapat terus terjalin sehingga pelaksanaan pelayanan makanan bergizi bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan, tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Menurut Riko, keputusan meliburkan sekolah merupakan langkah yang perlu diperhatikan dari sisi perlindungan kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang memburuk.
Di sisi lain, mekanisme penyaluran makanan bergizi juga perlu dibicarakan agar pelaksanaannya tetap terkoordinasi sesuai ketentuan dan situasi yang berkembang.
Ia menambahkan penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi udara, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kerjasama lintas pihak agar berbagai aktivitas masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.
Sementara itu, Kepala SPPG Irsadi Muzakkar bersama karyawan turut membahas kondisi pelayanan makanan bergizi di tengah liburnya kegiatan belajar mengajar.
Penyesuaian penyaluran menjadi hal yang perlu dikoordinasikan agar pelaksanaan pelayanan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dan kebutuhan penerima manfaat dapat diperhatikan.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap, terutama bagi anak-anak. Orang tua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan kebijakan pendidikan dari pemerintah daerah.
Secara terpisah, Danramil 02/Kota, Mayor Arm Febrizal, turut dimintai tanggapan mengenai kegiatan komsos yang dilakukan Babinsa Tangkerang Barat, Serka Riko Hidayat.
"Komunikasi antara aparat kewilayahan dan pihak terkait dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan serta mendorong kepedulian bersama terhadap dampak karhutla,"kata Danramil.
Melalui kegiatan komsos tersebut, diharapkan koordinasi antara Babinsa, pihak SPPG dan masyarakat semakin baik dalam menyikapi dampak kabut asap.
Selain mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, penyesuaian pelayanan pemenuhan gizi juga perlu dilakukan secara terkoordinasi agar pelaksanaannya tetap berjalan sesuai kebijakan dan kondisi yang ada.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 02 Kota