Semarak Sumpah Pemuda ke-98, Babinsa dan Warga Rejosari Bersatu Hijaukan Lingkungan Lewat Goro
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Yusup Gunawan, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut
Pekanbaru – Semangat persatuan tidak hanya tumbuh melalui kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang terlihat di Lapangan Polly, Jalan Indrapuri, RW 15, RT 02, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026), saat TNI-Polri, pemerintah setempat, pelajar, dan warga bergandengan tangan melakukan penanaman pohon serta gotong royong mempercantik lingkungan.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman. Tanpa memandang perbedaan latar belakang, seluruh peserta bahu-membahu memberikan kontribusi bagi wilayah tempat mereka tinggal dan beraktivitas.
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Yusup Gunawan, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, masyarakat, kader PKK, kader Posyandu, serta pelajar tingkat SMP dan SMA. Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan sejak pagi, memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Usai senam pagi, peserta melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon penghijauan di sekitar lapangan. Bibit pohon yang ditanam menjadi simbol harapan agar lingkungan Kelurahan Rejosari semakin asri dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Penanaman pohon tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam membutuhkan kepedulian yang berkelanjutan. Lingkungan yang hijau tidak hanya memperindah kawasan permukiman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang hidup yang lebih sehat bagi masyarakat.
Semangat kebersamaan kemudian berlanjut melalui aksi gotong royong di sepanjang Jalan Indrapuri. Para peserta membersihkan rumput liar di sisi kanan dan kiri jalan, membersihkan parit, serta merapikan kawasan Lapangan Polly dan lapangan mini soccer.
Dengan peralatan sederhana dan semangat saling membantu, pekerjaan yang terasa berat jika dilakukan sendiri dapat diselesaikan bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum yang setiap hari digunakan masyarakat.
Kebersihan saluran air turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Parit yang terawat dan bebas dari tumpukan sampah maupun rumput liar diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran aliran air serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Menariknya, keterlibatan para pelajar dalam kegiatan ini memberikan nilai edukasi tersendiri. Mereka tidak hanya menyaksikan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga ikut mempraktikkan tanggung jawab sosial, kedisiplinan, dan budaya gotong royong yang telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tenayan Raya Abdul Rahman, S.I.P., M.Si., Danramil 07/Tenayan Raya, Kapolsek Kulim, para lurah se-Kecamatan Tenayan Raya, Ketua LPM Kecamatan Tenayan Raya dan Kelurahan Rejosari, para ketua RW dan RT se-Kelurahan Rejosari, kader PKK, kader Posyandu, serta pelajar tingkat SMP dan SMA.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pembangunan wilayah tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Ketika pemerintah, aparat keamanan, pelajar, dan warga bergerak bersama, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh lingkungan sekitar.
Bagi Serda Yusup Gunawan, keikutsertaan dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk terus hadir di tengah warga, memperkuat komunikasi sosial, serta membangun kedekatan yang dilandasi kepedulian dan semangat kebersamaan.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, kegiatan tersebut diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk tidak berhenti menjaga kebersihan setelah kegiatan berakhir. Kepedulian terhadap lingkungan perlu dijadikan kebiasaan sehari-hari, dimulai dari rumah, jalan, saluran air, hingga fasilitas umum di sekitar tempat tinggal.
Sebab, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang perjuangan generasi terdahulu, melainkan juga tentang bagaimana generasi saat ini menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Dari Rejosari, pesan itu hadir melalui langkah sederhana: menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan bekerja bersama demi kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya