Babinsa Koramil 07/Reteh: Sertu Bendri Pastikan Tapal Batas Aman dari Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh, Sertu Bendri A, bersama tiga warga binaan melaksanakan patroli tapal batas dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit 3 Darat, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragir
RETEH, INHIL – Babinsa Koramil 07/Reteh, Sertu Bendri A, bersama tiga warga binaan melaksanakan patroli tapal batas dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit 3 Darat, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (9/6/2026) pukul 08.20 WIB. Patroli yang melibatkan satu personel TNI dan tiga warga tersebut difokuskan untuk memastikan wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran serta aktivitas pembukaan lahan ilegal.
Sejak pagi, tim patroli menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan di wilayah tapal batas. Pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap kondisi lahan dan lingkungan sekitar guna mengantisipasi munculnya titik api yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Hasil patroli menunjukkan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan terkendali. Tim tidak menemukan adanya titik api, asap, maupun aktivitas pembukaan lahan secara ilegal. Temuan tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil positif di wilayah binaan.
Selain patroli lapangan, Sertu Bendri A juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran lahan. Dalam kesempatan itu, warga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Sertu Bendri A menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Patroli dan sosialisasi ini kami lakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan. Kami mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan kepada Babinsa apabila menemukan titik api atau kejadian menonjol di lingkungan sekitar,” ujar Sertu Bendri A.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem deteksi dini yang efektif. Dengan adanya laporan cepat dari warga, setiap potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana.
Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga cukup positif. Warga menyatakan memahami larangan pembakaran lahan dan berkomitmen untuk tidak melakukan praktik yang dapat memicu karhutla. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk membantu melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di wilayahnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencegah karhutla, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga dinilai mampu meningkatkan rasa aman sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga lingkungan.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 07/Reteh Dim 0314/Inhil