Danyon dan Wadanyon Pimpin Langsung Latihan Renmil Yonif TP 952/IB di Bengkalis
Foto personel yonif tp 952 IB yang akan melaksanakan renmil
BENGKALIS – Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) TP 952/IB melaksanakan Latihan Renang Militer (Renmil) secara intensif pada Selasa (9/6/2026) di salah satu kolam renang di Kabupaten Bengkalis. Latihan taktis ini bertujuan untuk memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan fisik serta ketangkasan dasar seluruh prajurit dalam mendukung tugas pokok satuan.
Komandan Yonif (Danyonif) TP 952/IB, Letkol Inf Andy Supartono, SSTHan., SIP, bersama Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon), Kapten Inf Mohammad Rizal Kurniawan, STHan., memimpin dan mengawasi langsung latihan berat ini dari tepi kolam. Kehadiran pimpinan di lapangan tersebut guna memastikan seluruh tahapan latihan berjalan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasi yang berlaku.
Letkol Inf Andy Supartono menjelaskan bahwa renang militer merupakan salah satu kemampuan wajib bagi setiap prajurit TNI Angkatan Darat. Tantangan medan tugas ke depan yang semakin kompleks menuntut kesiapan fisik yang prima dari setiap personel, tanpa kecuali.
“Kami melakukan latihan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan upaya terukur untuk menguji mental, daya tahan, dan kecepatan prajurit di udara,” ujar Letkol Inf Andy Supartono di lokasi latihan.
Sebelum menceburkan diri ke dalam udara, para prajurit terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan tensi darah. Langkah ini wajib dilakukan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah dinyatakan aman secara medis, para personel menerima pengarahan teknik dari instruktur, melakukan pemanasan, dan senam peregangan untuk mencegah cedera otot selama berenang.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit harus berenang menempuh jarak sejauh 50 meter. Mengingat ini adalah renang militer, mereka wajib menggunakan perlengkapan tempur lengkap, yang meliputi pakaian dinas lapangan (PDL), senjata laras panjang organik, serta helm tempur.
Kapten Inf Mohammad Rizal Kurniawan selaku Wadanyon menambahkan bahwa latihan dengan beban tempur ini membutuhkan teknik pernapasan dan kekuatan kaki-tangan yang melatih. Pihaknya memberikan perhatian khusus pada detail teknik agar prajurit mampu bergerak cepat namun tetap senyap dan efisien di udara.
Danyonif 952/IB menegaskan kembali pentingnya aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung. Beliau menyampaikan bahwa meskipun target profesionalisme prajurit harus tercapai, faktor keamanan personel tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar dalam setiap latihan ekstrem.
Melalui latihan Renmil yang terprogram dan memuji ketat ini, Yonif TP 952/IB berharap seluruh prajuritnya selalu berada dalam kondisi siap siaga. Kesiapan fisik yang matang ini nantinya akan menjadi modal utama untuk pergerakan kapan saja dan ke medan mana saja demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor :Tim Sigapnews