Kopka RH Tambunan Kawal Pemadaman Karhutla di Kerta Jaya
KEMPAS — Dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul di kawasan Desa Kerta Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang berbatasan dengan Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Sabtu (29/8/2026). Babinsa Koramil 03/Tempuling, Kopka RH Tambunan, bersama tim gabungan langsung turun melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lahan yang terbakar sekitar 2 hektare.
Kebakaran terjadi di RT 004/RW 002, Parit 16, Dusun Maju Jaya, Desa Kerta Jaya. Tim menghadapi kondisi lahan yang didominasi gambut, semak belukar dan perkebunan sawit. Cuaca panas serta angin kencang turut memperberat proses penanganan.
Sebanyak 33 personel terlibat dalam operasi awal tersebut. Kekuatan terdiri dari satu personel TNI, 10 personel Polri, enam anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Kiambang, 11 personel Manggala Agni dan lima warga.
Tim mengerahkan dua unit ministriker, satu unit maxtrit serta 40 roll selang untuk menjangkau titik-titik api. Hingga pemantauan berlangsung, sekitar 0,5 hektare area telah berhasil dipadamkan, sementara penanganan terhadap bagian lahan lainnya masih berlanjut.
“Kami bersama tim langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Kondisi gambut membuat penanganan harus dilakukan dengan cepat sekaligus teliti agar api tidak semakin meluas,” ujar Kopka RH Tambunan.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 41 kilometer dari Koramil 03/Tempuling. Jarak tersebut tidak menyurutkan langkah tim untuk segera menuju lokasi dan mengendalikan api.
Kopka RH Tambunan menegaskan bahwa proses pendinginan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan. Bara yang tertinggal di lahan gambut dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
“Kami tidak hanya mengejar api yang terlihat. Titik-titik yang sudah dipadamkan juga harus didinginkan dan dipantau agar tidak muncul api susulan,” katanya.
Sumber kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Area yang terdampak diketahui berada pada lahan milik warga, yakni Firman Sihombing dan Marojahan Simorangkir.
Tim gabungan terus berupaya memperluas area yang berhasil dikendalikan dengan dukungan personel dan peralatan yang tersedia. Koordinasi antarunsur juga dilakukan untuk mengantisipasi perubahan arah angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 03/Tempuling