Tim Penyuluh Mabes TNI Gelar Sosialisasi dan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Desa Berancah
Penyuluh Mabes TNI Gencarkan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Desa Berancah
Tim Penyuluh Mabes TNI Gencarkan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Desa Berancah
Bengkalis — Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Tim Penyuluh Mabes TNI bersama Tim Pendamping Kodim melaksanakan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Koramil 01/Bengkalis, khususnya di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, bertempat di Jalan Harapan Jaya RT 01/RW 13, Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan diikuti oleh Tim Penyuluh Mabes TNI sebanyak 3 personel yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Arif Budi R, Tim Pendamping Kodim sebanyak 4 personel yang dipimpin oleh Kapten Arm. Yogi Sudarso, Kepala Desa Berancah Turadi, A.Md., serta masyarakat setempat.
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat serta Masyarakat Peduli Bencana (MPB) terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Selain memberikan materi penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan dengar pendapat serta sesi tanya jawab bersama masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan situasi di lapangan, khususnya terkait potensi serta kerawanan Karhutla yang terdapat di wilayah Kecamatan Bantan.
Tim memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Karhutla. Masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai tindakan awal yang harus dilakukan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi terjadinya kebakaran di wilayah sekitar. Dorong Deteksi Dini dan Kesiapsiagaan Sebagai bagian dari kegiatan, Tim Penyuluh Mabes TNI bersama unsur pendamping turut melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak Karhutla.
Pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan, dengan melihat kondisi lahan serta mengidentifikasi area yang masih memiliki potensi munculnya api. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus mencegah terjadinya kebakaran susulan. Dalam penyuluhannya, Tim Mabes TNI menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Cara-cara yang aman dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan harus lebih diutamakan guna menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya kebakaran. Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Titik Api Tim Penyuluh Mabes TNI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan Karhutla.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi bagian penting dalam melakukan pengawasan dan menjaga lingkungan di wilayah masing-masing. “Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Apabila ditemukan adanya titik api atau tanda-tanda kebakaran, segera lakukan pelaporan kepada aparat terkait agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.
Sinergitas antara TNI, pemerintah desa, masyarakat, MPB serta unsur terkait dinilai sangat penting dalam menghadapi potensi Karhutla.
Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik, upaya pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Berlanjut ke Wilayah Rawan Karhutla Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini merupakan langkah preventif dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi Karhutla. Selanjutnya Tim Penyuluh Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi di wilayah Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap Karhutla.
Kegiatan tersebut juga akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan aparat kewilayahan dan unsur terkait guna meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergitas dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla, mengetahui langkah-langkah pencegahan yang tepat serta memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparatur, namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dalam keadaan aman, lancar, tertib dan kondusif.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Babinsa